English, Inggris Indonesian, Indonesia

Berfikir Strategis

Rabu, 7 Desember 2011 03:32:06 - upload : administrator
print send pdf

` Berfikir strategis

 

Pantaslah jika mahasisawa dikatakan sebagai  kaum intelektual dan kritis bahkan dapat dikatakan agen of change, sebagai calon penerus generasi berikutnya yang tentunya itu semua benar-benar diperlukan hal yang tentu lebih ilmiah, amaliah serta ditopang dengan strategi-strategi dalam setiap gerak-geriknya. Meski tidak dapat dipungkiri jika segala sesuatu yang dilakukan kadang merupakan sesuatu yang bisa dikatakan kontroversi namun perlu disadari juga bahwa sesungguhnya mahasiswa merupakan suatu contoh pejuang perubahan yang tanpa pamrih, membela dari ketertindasan, tekanan, kesewenang-wenangan maka maju dan berkembangnya suatu bangsa tentu tidak lepas dari keikutsertaan mahasiswa dalam berbagai aksi yang terjadi demi satu perubahan sehingga ada semacam kontrol publik berkenaan dengan perubahan yang diharapkan. Berbicara tentang mahasiswa yang intelek dan kritis tentu sudah tidak asing lagi akan tetapi bukan berarti menjadi mahasiswa yang intelek dan kritis tanpa hambatan dan tantangan. Banyak sekali hambatan dan tantangan yang dihadapi dari yang terkecil antara lain: masih terbatasnya ruang gerak mahasiswa yang kritis disaat masih ada istilah senioritas yang masih melekat dalam arti potensi sebagai mahasiswa yang kritis terhambat oleh senior yang merasa dan mengganggap bahwa senior itu lebih dari pada yunior sehingga ketika sang yunior yang ternyata punya bakat bahkan memang dapat menjadi mahasiswa yang kritis yang intelek akan berusaha dimentahkan begitu saja. Padahal seharusnya antara senior dan yunior harus terjalin hubungan yang baik. Jangan sampai ketika mengatasnamakan keseniorannya maka yunior disempitkan ruang gerak, disudutkan, bahkan dituding sebagai pengancam kekuasaan sang senior, sunggguh jika ini terjadi sangat ironis. Maka selayaknya pola fikir mengenai senior dan yunior ditanggalkan saja, bukan berarti sang yunior ingin merebut kekuasaan, power, pengaruh atau apapun tapi agar terjalin hubungan yang harmonis, anggaplah sebagai mitra saja itu sudah bagus dan manusiawi, walau tetap dalam koridor yang baik.

Ada beberapa point yang dapat dicermati mengenai mahasiswa yang intelek dan kritis :

1. Menentang 

Karena terpengaruh untuk tidak mau mengikuti apa yang dilakukan. Menentang merupakan awal dari menerima. Tentu dengan penentangan-penentangan yang terjadi maka akan dapat diketahui betapa dalam kehidupan yng majemuk ini tidak langsung harus sama semua, dengan adanya perbedaan akan menambah semakin asyiknya dalam berjuang yang tentunya masih punya visi dan misi untuk turut serta aktif dalam mengaktualisasikan potensi yang dimiliki sebagai wahana pembelajaran mahasiswa dalam kehidupan ini, dengan pengalaman adanya ketidak samaan, otomatis akan lebih produktif dalam mengkaji, menelaah dan memahami suatu masalah, karena pada dasarnya hidup ini penuh masalah, cari solusi memecahkan masalah tanpa masalah, meski dalam memecahkan masalah satu akan timbul masalah baru.

2. Berfikir strategis

Bagaimana berfikir strategis yang tentunya tetap terus berusaha tanpa jemu bagi mahasiswa sangat diperlukan: punya pengetahuan (berwawasan), prinsip dasar, hal itu dapat di implementasikan sebagai sarana pendukukung seorang mahasiswa yang intelek dan kritis. Tanggap situasi dan kondisi dimana dengan sigap mengambil langkah-langkah terbaik, mana yang harus didahulukan, karena dari 3 masalah yang penting tentu ada satu yang terpenting, maka selayaknya mahasiswa yang intelek dan kritis segera tanggap. Jangan malah arogan yang dibesar-besarkan.

Apapun yang dikatakan mengenai kaum intelektual dan kritis maka akan dapat diperoleh gambaran generasi-generasi penerus yang akan menyambung perjuangan membela kaum tertindas, lemah, yang perlu mendapat bantuan dan dukungan moril maupun spirituil, sehingga diharapkan akan bermanfaat ilmu yang didapat dan dimiliki. “Ilmu tanpa amal tiada guna, tapi amal tanpa ilmu sia-sia”.

 

 

Iwan M(ca’imin/Fokus)


Tags : sehat

More :

0 Respon to "Berfikir Strategis"

Comment visitor

Name* :
Email* :
Website :
Comment* :
Caphca* :
   
   
Halaman Depan | Kontak Kami | Direktori Website | RSS |
© fikes.ummgl.ac.id 2012 • Time Execution : 0.140666 • by : TIK-UMMGL@ucil™FIKES UMM |