English, Inggris Indonesian, Indonesia

waktu Indonesia

Rabu, 28 Maret 2012 14:23:13 - upload : administrator
print send pdf

 

REPUBLIKA.CO.ID, SEMARANG - Pakar sains kebumian Universitas Diponegoro (Undip) Semarang Dr Rahmat Gernowo menilai penyatuan zona waktu Indonesia Barat hingga Timur yang diwacanakan akan terkendala secara ilmiah.

 

"Pada dasarnya, pembedaan zona waktu di Indonesia, yakni Waktu Indonesia Barat (WIB), Waktu Indonesia Tengah (WITA), dan Waktu Indonesia Timur (WIT) dihitung dari posisi pergerakan matahari," katanya di Semarang, Rabu (21/3).

 

Pergerakan matahari itu, kata dia, berkaitan dengan kondisi waktu di suatu tempat yang berbeda, misalnya di wilayah A pada saat tertentu menunjukkan siang hari, sementara di wilayah B pada waktu sama malam hari.

 

Ia mengatakan, pembagian tiga zona waktu di Indonesia yang masing-masing memiliki selisih satu jam sebenarnya memang menunjukkan kondisi pergerakan matahari yang memengaruhi waktu di suatu wilayah.

 

"Selama ini memang ada perbedaan waktu antarwilayah di Indonesia, misalnya di wilayah Papua sudah menunjukkan waktu pagi hari dan matahari sudah terbit, di saat yang sama di wilayah Jawa masih gelap," katanya.

 

Sebelum ada pembagian zona waktu memang sudah seperti itu kondisinya, lanjutnya, dari perhitungan waktu semula dengan berpatokan pada matahari sampai perhitungan waktu saat ini yang sudah sedemikian canggih.

 

Kalau nantinya disatukan pada hanya satu patokan waktu, kata dia, kendalanya yang muncul kompleks, terutama dari sudut keilmuan, kemudian dari aspek-aspek tertentu, seperti penentuan waktu ibadah juga terkendala.

 

"Bagaimana nanti dengan penentuan waktu puasa bagi umat Muslim, kalau tiga zona waktu yang selama ini berbeda disatukan begitu saja tentunya tidak mudah," kata pengajar Fakultas Sains dan Matematika Undip itu.

 

Ia mengakui, secara ekonomis penyatuan zona waktu mungkin memang menguntungkan, termasuk dari pengaturan jam kerja dan efisiensi energi, namun secara ilmiah wacana tersebut memang tidak mudah dilakukan.

 

Apabila pemerintah memang ingin merealisasikan penyatuan zona waktu, kata dia, perlu pengkajian secara mendalam untuk konversi waktu agar tidak menimbulkan ketimpangan waktu di wilayah-wilayah tertentu.

 

"Perlu ada konversi waktu yang dikaji dan diteliti secara mendalam, tentunya penyatuan zona waktu ini tidak bisa dilakukan begitu saja. Namun, perlu ada penghitungan-penghitungan secara ulang," kata Gernowo.

Redaktur: Djibril Muhammad

Sumber: Antara

http://www.republika.co.id/berita/nasional/umum/12/03/21/m18jkm-secara-ilmiah-penyatuan-waktu-terkendala

 

Tags : hikmah

More :

1 Respon to "waktu Indonesia"

paijo oh paijo says:
Your comment is awaiting moderation.
Rabu, 28 Maret 2012 22:23:38
iki berita ummgl ato undip sih sing pener ae

Comment visitor

Name* :
Email* :
Website :
Comment* :
Caphca* :
   
   
Halaman Depan | Kontak Kami | Direktori Website | RSS |
© fikes.ummgl.ac.id 2014 • Time Execution : 0.400099 • by : TIK-UMMGL@ucil™FIKES UMM |