Islami Inovatif Kompetitif
 

Banner Situs



Seminar Manajemen Game Addiction Pada Anak 2019

Rabu, 10 April 2019 oleh Administrator

Seminar Manajemen Game Addiction Pada Anak 2019

Oleh Tim Publikasi FIKES

 

Perkembangan teknologi informasi sudah menjadi hal yang perlu mendapat perhatian khusus saat ini. Karena teknologi, selain menawarkan sesuatu yang positif, juga tidak jarang memiliki efek negatif yang seringkali muncul ketika penggunaannya dalam takaran yang berlebihan. Efek yang dimaksud adalah munculnya gangguan perilaku “Internet Gaming Disorder” (IGD) yang salah satunya dalam bentuk “Game addiction” (ketagihan bermain games) (Naskar, Victor, Nath & Sengupta, 2016). Sebagaimana yang disampaikan dalam sebuah penelitian bahwa “game addiction” ini dapat menimbulkan beberapa pengaruh negatif, di antaranya perilakunya menjadi agresif, tekanan psikologis, capaian akademik yang buruk, dan kurang mampu mencari solusi masalah dalam konteks dunia nyata (Kuss, 2013). Atas dasar ini, Program Studi Profesi Ners, FIKES UMMagelang bersama Mahasiswa Profesi Ners mengadakan seminar nasional dengan topik “Manajemen Game Addiction Pada Anak” pada hari Sabtu, 30 Maret 2019 di aula gedung FIKES UMMagelang.

 

Acara ini menghadirkan tiga pembicara yang sudah expert di bidang kejiwaan dan pediatrik, di antaranya Dr. Santi Yuliani M.Sc., Sp.KJ (Dokter dari RSJ Magelang), Sri Hartini, S.Kep. Ns, M.Kes, PhD (Dosen Keperawatan UGM) dan Dwi Sulistiyono BN, M.Kep (Dosen FIKES UMMagelang). Peserta yang menghadiri kegiatan ini sejumlah 350 orang yang terdiri dari mahasiswa, masyarakat umum dan praktisi dari Rumah Sakit.

 

Dalam pemaparan materinya, Dr. Santi Yuliani, M.Sc, Sp.KJ menyampaikan bahwa game memberikan dampak positif terhadap kemampuan kognitif anak yang berhubungan langsung dengan memori dan bahasa. Sedangkan dampak negatifnya yaitu, mengganggu tumbuh kembang anak, dan memberikan efek ketagihan. Salah satu terapinya yaitu dengan pembentukan perilaku yang adaptif dan dukungan melalui orang-orang terdekat seperti keluarga, sahabat, dan masyarakat.

 

Dr. Sri Hartini memaparkan intervensi keperawatan yg dapat dilakukan untuk menangani adiksi game yaitu pemberian terapi SEFT (Spiritual Emotion Freedom Technique) yang menggunakan terapi energi psikologis dan kekuatan spiritual. Sementara itu, Dwi Sulistyono, BN., M.Kep menambahkan, peran orang tua sangat penting untuk mengatasi kecanduan game pada anak dengan mengontrol aktivitas ketika mereka menggunakan game atau gadget dan mendekatkan anak dengan hal-hal yang positif.

 

Panitia seminar berharap, semoga materi yang disampaikan dapat memberikan gambaran serta perspektif tentang game addiction dan strategi yang efektif untuk mengatasinya.

 

Referensi:

 

Naskar, S., Victor, R., Nath, K., & Sengupta, C. (2016). "One level more:" A narrative review on internet gaming disorder. Industrial psychiatry journal25(2), 145–154. doi:10.4103/ipj.ipj_67_16.

 

Kuss D. J. (2013). Internet gaming addiction: current perspectives. Psychology research and behavior management6, 125–137. doi:10.2147/PRBM.S39476.