Islami Inovatif Kompetitif
 

Banner Situs



When a heart of gold is being famous: A case in pediatric emergency care

Jumat, 15 Februari 2019 oleh Administrator

When a heart of gold is being famous: A case in pediatric emergency care

Oleh Sumarno Adi Subrata*

 

Rubrik Images in Clinical Medicine di The New England Journal of Medicine (NEJM) memang selalu mempublikasikan berbagai kasus menarik yang benar - benar out of the box. Salah satunya adalah apa yang ditemukan oleh Dr. Leuin dan Dr. Handwerker dari School of Medicine, University of California, San Diego, USA tentang sebuah kasus yang dinamai: “Heart of Gold”. Berikut kasus lengkapnya:

 

Seorang anak cewek berumur 3 tahun datang ke unit gawat darurat setelah diketahui menelan anting perak yang berbentuk lambang love. Data objektif menunjukkan bahwa si anak biasa-biasa saja, tidak mengalami muntah, apalagi nyeri di area dada. Namun, di saat dilakukan pemeriksaan rontgen dada, tampak adanya benda asing berbentuk love yang tersangkut di proximal thoracic esophagus (esophagus bagian atas).

 

Posisi benda asing tersebut sama sekali tidak berubah meskipun sudah dilakukan beberapa kali pemeriksaan rontgen dada. Untuk mengatasi masalah ini, si anak dibawa ke ruang operasi untuk dilakukan tindakan foreign body retrieval (pengambilan benda asing dalam tubuh) dengan menggunakan alat endoskopi.

 

Setelah tindakan tersebut selesai, tim medis melakukan re-inspeksi dan ditemukan sejenis abrasi minor (luka lecet ringan) di dinding mukosa esophagus. Akhirnya setelah semua prosedur tindakan selesai, kondisi anak membaik dan diperbolehkan pulang.

 

Berbagai kasus yang membutuhkan tindakan endoskopi darurat semacam ini sudah biasa dilaporkan, khususnya pada anak dengan rentang umur 1 sampai 3 tahun. Beragam benda yang sempat tertelan mulai dari benda tajam hingga batu baterai, bahkan ada yang sampai sudah tertelan lebih dari 24 jam. Anak yang menelan benda-benda tertentu yang tidak berbahaya dan tidak menunjukan gejala simptomatik, maka tindakan awalnya hanya sebatas diobservasi saja. Mereka juga tidak mendapatkan intervensi khusus.

 

(Leuin & Handwerker, 2019. Dipublikasikan oleh NEJM tanggal 14 February 2019. Dua gambar profil dari tulisan ini adalah hasil rontgen dada dari anak yang ada dalam kasus ini dan anting berbentuk a heart-shaped yang tertelan).

 

Pesan penting dari kasus di atas:

 

Bilamana orang tua memiliki anak yang berumur 1 – 3 tahun, hendaknya anak tersebut selalu diawasi saat ia bermain. Sebisa mungkin dihindarkan dari benda-benda tertentu yang berpotensi tertelan. Sebagaimana yang disampaikan oleh Centers for Disease Control and Prevention atau CDC (2018), bahwa anak pada fase Infants (0 - 1 tahun) dan Toddler (2 – 3 tahun) disarankan untuk tidak menempatkan sesuatu di area mulut seperti krayon, pensil warna, atau mainan karena benda-benda tersebut akan mudah tertelan.

 

Keep our children safe!

 

Referensi:

 

Leuin, S., & Handwerker, J. (2019). Heart of Gold. New England Journal of Medicine, 380(7), 664-664. doi:10.1056/NEJMicm1716103.

 

Centers for Disease Control and Prevention. (2018). Child development. Retrieved from https://www.cdc.gov/ncbddd/childdevelopment/positiveparenting/infants.html (Last accessed on 14 February 2019).

 

 

*Doctoral Candidate in Nursing, International Program, Mahidol University, Thailand.

*Awardee Beasiswa LPDP Kementerian Keuangan RI Tahun 2016, Program Doktor Luar Negeri.

*Dosen Keperawatan, FIKES UMMagelang.

 

Email: [email protected] / [email protected]