Islami Inovatif Kompetitif
 

Banner Situs



A bath-related headache

Senin, 06 Agustus 2018 oleh Administrator

A bath-related headache

oleh Sumarno Adi Subrata*

 

Sebagaimana yang telah dialami oleh sebagian orang, bahwa terkadang muncul sakit kepala setelah mandi, terlebih lagi bagi mereka yang tengah tinggal di daerah dingin. Dr. Abdullah Kaya dan Dr. Halil Caliskan, dua pakar di bidang Ofthalmologi (Ilmu penyakit mata) dan Otorhinolaringologi (Ilmu penyakit Telinga, Hidung, dan Tenggorokan) dari Turki dalam publikasinya tahun 2012, menjelaskan fenomena tersebut bahwa:

 

Secara fisiologi, otak kita memiliki sebuah sistem yang namanya Selective Brain Cooling (SBC) yang dikendalikan oleh cairan otak (cerebrospinal fluid) dan kulit kepala. Sistem ini berfungsi untuk melindungi otak dari bahaya hipertermi (suhu tinggi). Oleh sebab itu melalui sistem ini, setiap aliran darah yang akan menuju otak, suhunya akan dinormalkan terlebih dahulu untuk menjaga otak agar tetap dapat berfungsi dengan baik dalam suhu tersebut.

 

Sayangnya, beberapa stimulasi dari luar dapat mempengaruhi fisiologi SBC tadi, seperti paparan langsung suhu dingin atau rambut yang basah saat atau setelah mandi. Ketika terpapar stimulasi yang dingin, maka suhu di otak akan menjadi sangat dingin sehingga menghambat beberapa aktifitas persyarafan. Untuk mengatasi hal tersebut, tubuh kita secara otomatis sudah menyiapkan beberapa mekanisme pertahanan tertentu yang terjadi dalam paranasal sinuses (beberapa sinus yang berada di sekitar area hidung) yaitu di antaranya dengan meningkatkan sekresi mucus (cairan dengan tekstur berlendir) yang akan memenuhi paranasal sinuses dan munculnya mekanisme vasomotor (proses penyempitan atau pelebaran pembuluh darah) untuk mencegah kehilangan panas. Hanya saja, dua mekanisme pertahanan tadi berdampak menyebabkan sinus headache dan nyeri di area belakang mata. Artinya, ketika seseorang mengalami sakit kepala karena paparan suhu dingin atau rambut yang basah setelah atau saat mandi, pada dasarnya itu adalah bagian dari konsekuensi proses mekanisme pertahanan tubuh untuk menghindari kerusakan otak dari dampak paparan hipotermi (suhu dingin).

 

Selesai penjelasan dari Dr. Abdullah Kaya dan Dr. Halil Caliskan.

 

Silva-Néto (2018) menjelaskan bahwa “stimulasi suhu” (panas atau dingin) yang berlebihan di area kepala dapat memicu cerebral vasoconstriction syndrome (penyempitan pembuluh darah di otak) yang dapat menyebabkan sakit kepala atau bath-related headache. Dalam banyak kasus, “stimulasi suhu” yang dimaksud adalah dengan mandi dengan air hangat (yang mendekati suhu panas) dan sebagian kecil kasus terjadi mandi dengan air dingin (Silva-Néto, 2018). Artikel klasik yang juga telah dijadikan sebagai pijakan dasar konsep ini sekaligus menegaskan bahwa stimulasi suhu di kulit kepala dan perubahan suhu (lingkungan sekitar) diduga sebagai trigger (pemicu) timbulnya sakit kepala (Mak et al., 2005).

 

Terdapat dua implikasi dari tulisan ini yang dapat diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari, di antaranya:

 

Pertama.

Jika kita tergolong memiliki rambut panjang dan atau mudah mengalami sakit kepala, maka disarankan untuk tidak membasahi rambut ketika mandi (khususnya, di waktu sore) dan atau ketika berada di suhu lingkungan yang dingin. Meskipun hal ini tidak terjadi pada setiap orang, namun sangat tepat jika dijadikan sebagai langkah preventif (pencegahan) timbulnya sinus headache dan posterior eye pain.

 

Kedua.

Alternatif lain yang dapat ditempuh jika kondisi mengharuskan kita mandi dengan membasahi rambut sementara sedang dalam lingkungan yang dingin yaitu segera mengeringkan rambut sesaat setelah mandi jika memang dikuatirkan menimbulkan sakit kepala.

 

Sebuah hal yang menenangkan bahwa tipe sakit kepala dimaksud adalah benign (ringan) dan self-limiting (sebuah gejala yang tidak membahayakan tubuh dan akan sembuh sendiri dalam waktu tertentu) (Mak et al., 2005). Penderita biasanya masih bisa aktifitas meskipun dalam beberapa kasus sebagian orang disarankan untuk tiduran terlebih dahulu hingga sakit kepalanya reda. Kabar gembiranya adalah ketika rambut mulai kering dan atau suhu lingkungan mulai menghangat, maka secara teori, sakit kepala tersebut secara perlahan akan reda yang kemudian hilang, Insya Allah.

 

Memang selalu ada hikmah di balik setiap rasa sakit yang kita rasakan baik itu di bagian kepala atau tubuh yang lain.  Alhamdulillaahi rabbil ‘aalamiin.

 

 

Referensi:

 

Kaya, A., & Çalışkan, H. (2012). Does wet hair in cold weather cause sinus headache and posterior eye pain? A possible mechanism through selective brain cooling system. Medical Hypotheses, 79(6), 744-745. doi:https://doi.org/10.1016/j.mehy.2012.08.017.

 

Mak, W., Tsang, K., Tsoi, T., Au Yeung, K., Chan, K., Cheng, T., . . . Ho, S. (2005). Bath-Related Headache. Cephalalgia, 25(3), 191-198. doi:10.1111/j.1468-2982.2004.00832.x.

 

Silva-Néto, R. P. (2018). A review of 50 cases of bath-related headache: clinical features and possible diagnostic criteria. Arquivos de Neuro-Psiquiatria, 76, 346-351.

 

 

 

*Doctoral Candidate in Nursing, International Program, Mahidol University, Thailand.

*Awardee Beasiswa LPDP Kementerian Keuangan Republik Indonesia Tahun 2016, Program Doktor Luar Negeri.

*Dosen Keperawatan, FIKES UMMagelang.

 

Email: [email protected] / [email protected]