Islami Inovatif Kompetitif
 

Banner Situs



Makanan panas - minuman panas - kanker. Ada apa dengan mereka?

Jumat, 15 Juni 2018 oleh Administrator

Makanan panas - minuman panas - kanker.

Ada apa dengan mereka?

oleh Sumarno Adi Subrata*

 

Mengkonsumsi makanan dan minuman yang masih dalam kondisi panas memang diakui menjadi kenikmatan tersendiri bahkan barangkali sudah menjadi sebuah kebiasaan. Karena beberapa jenis makanan dan minuman memang lebih pas dikonsumsi ketika dalam kondisi tersebut. Kalimat “silahkan dimakan atau diminum, mumpung masih panas” mungkin sering kita dengar dari orang yang tengah menyuguhkan makanan atau minuman tersebut. Namun, kebiasaan mengkonsumsi makanan atau minuman yang masih panas, nampaknya secara perlahan perlu untuk dihindari, karena ada sebuah pernyataan yang cukup mengejutkan bahwa:

 

Very hot drinks and foods probably increase the risk for cancers of the oral cavity, pharynx and oesophagus; drinks and foods should not be consumed when they are scalding hot” (Key et al., 2004).

 

Maksudnya, minuman dan makanan yang sangat panas meningkatkan resiko beberapa jenis kanker yaitu kanker di area mulut, faring (saluran pencernaan dan pernafasan yang dimulai dari bagian belakang hidung, rongga mulut hingga batang tenggorokan dan esophagus), dan esophagus (saluran pencernaan di antara tenggorokan yang berfungsi menghantarkan makanan dan minuman menuju lambung); minuman dan makanan seharusnya tidak dikonsumsi dalam keadaan panas.

 

Beberapa penelitian terkini juga memaparkan hal yang kurang lebih sama, di antaranya: sebuah systematic review menjelaskan bahwa mengkonsumsi minuman dan makanan yang panas dapat meningkatkan resiko kanker esophagus (Islami et al., 2009). Dua studi meta-analysis juga melaporkan bahwa makanan dan minuman yang panas secara signifikan meningkatkan resiko kanker esophagus pada populasi Asia dan Amerika Selatan (Andrici & Eslick, 2015; Chen et al., 2015). Sebuah population-based case-control study dari China juga menegaskan bahwa asupan makanan dan minuman dalam kondisi panas, secara positif, berhubungan insiden kanker esophagus di China (Tai et al., 2017; Tang et al., 2013).

 

Mekanisme kenapa makanan dan minuman panas dapat meningkatkan resiko kanker adalah makanan dan minuman panas tersebut akan menimbulkan thermal injury (perlukaan karena pengaruh suhu yang tinggi) di area mulut, faring, dan esophagus. Perlukaan tersebut dapat menimbulkan inflamasi (peradangan) yang memicu beberapa reaksi kimia tubuh sehingga meningkatkan resiko kanker (Mirvish, 1995). Di samping itu, suhu yang tinggi pada makanan dan minuman dapat merusak sistem pertahanan jaringan esophagus -juga area dalam mulut dan faring- sehingga meningkatkan resiko paparan terhadap zat-zat tertentu penyebab kanker (Tobey et al., 1999).

 

Tidak hanya dari sisi kesehatan saja ajuran untuk tidak mengkonsumsi makanan dan minuman dalam kondisi panas, namun ribuan tahun yang lalu Rasulullah Muhammad shallallaahu alaihi wa sallam sudah mengingatkan untuk tidak mengkonsumsi makanan dan minuman dalam kondisi tersebut (HR. Tirmidzi no.1887 dan dihasankan oleh Al Albani dalam Al Irwaul Ghalil no.1977). Begitu juga Sahabat Abu Hurairah radhiyallahu anhu juga menyampaikan yang artinya: “Makanan tidak boleh dimakan kecuali setelah hilang asap panasnya” (HR. Al Baihaqi no.7/280 dan dishahihkan oleh Al Albani dalam Al Irwaul Ghalil no.1978).

 

Kesimpulannya, mengkonsumsi makanan atau minuman dalam keadaan masih panas adalah baiknya dihindari, karena akan meningkatkan resiko kanker dan terdapat larangan yang tegas dari Islam. Oleh karena itu, jika dihidangkan makanan dan minuman kesukaan yang masih panas, maka sabar, tunggu sejenak hingga panasnya berkurang atau agak dingin, kemudian baru boleh dikonsumsi. Bahkan Rasulullah Muhammad shallallaahu alaihi wa sallam mengatakan bahwa makanan yang dikonsumsi dalam keadaan tidak terlalu panas lebih banyak berkahnya (Silsilah Al Ahadits Ash Shahihah no.392 karya Al Albani). Jika berkah tersebut kita hubungkan dengan penelitian-penelitian terkini, maka boleh jadi yang dimaksud adalah akan terhindarnya seseorang dari penyakit kanker sebagaimana yang telah dijelaskan di atas.

 

Referensi:

 

Andrici, J., & Eslick, G. D. (2015). Hot Food and Beverage Consumption and the Risk of Esophageal Cancer. American Journal of Preventive Medicine, 49(6), 952-960. doi:10.1016/j.amepre.2015.07.023

 

Chen, Y., Tong, Y., Yang, C., Gan, Y., Sun, H., Bi, H., . . . Lu, Z. (2015). Consumption of hot beverages and foods and the risk of esophageal cancer: a meta-analysis of observational studies. BMC Cancer, 15, 449. doi:10.1186/s12885-015-1185-1

 

Islami, F., Boffetta, P., Ren, J., Pedoeim, L., Khatib, D., & Kamangar, F. (2009). High-temperature beverages and Foods and Esophageal Cancer Risk -- A Systematic Review. International journal of cancer. Journal international du cancer, 125(3), 491-524. doi:10.1002/ijc.24445

 

Key, T. J., Schatzkin, A., Willett, W. C., Allen, N. E., Spencer, E. A., & Travis, R. C. (2004). Diet, nutrition and the prevention of cancer. Public Health Nutrition, 7(1a), 187-200. doi:10.1079/PHN2003588

 

Mirvish, S. (1995). Role of N-nitroso compounds (NOC) and N-nitrosation in etiology of gastric, esophageal, nasopharyngeal and bladder cancer and contribution to cancer of known exposures to NOC. Cancer Lett, 93(1), 17-48.

 

Tai, W.-P., Nie, G.-J., Chen, M.-J., Yaz, T. Y., Guli, A., Wuxur, A., . . . Wu, J. (2017). Hot food and beverage consumption and the risk of esophageal squamous cell carcinoma: A case-control study in a northwest area in China. Medicine, 96(50), e9325. doi:10.1097/MD.0000000000009325

 

Tang, L., Xu, F., Zhang, T., Lei, J., Binns, C., & Lee, A. (2013). High temperature of food and beverage intake increases the risk of oesophageal cancer in Xinjiang, China. Asian Pac J Cancer Prev, 14(9), 5085-5088.

 

Tobey, N., Sikka, D., Marten, E., Caymaz-Bor, C., Hosseini, S., & Orlando, R. (1999). Effect of heat stress on rabbit esophageal epithelium. Am J Physiol, 276(6 Pt 1), G1332-1330.

 

 

*Doctoral Candidate in Nursing, International Program, Mahidol University, Thailand.

*Awardee Beasiswa LPDP Kementerian Keuangan RI Tahun 2016, Program Doktor Luar Negeri.

*Dosen Keperawatan, FIKES UMMagelang.

 

Email: [email protected] / [email protected]