Islami Inovatif Kompetitif
 

Banner Situs



Seminar regional prodi SI keperawatan: An update of complementary therapies 2017

Kamis, 21 September 2017 oleh Administrator

Seminar regional prodi SI keperawatan: An update of complementary therapies 2017

Oleh tim publikasi FIKES

 

Visi program studi SI Keperawatan FIKES UMMagelang adalah menjadi Program Studi S1 Keperawatan yang Islami, inovatif dan kompetitif di tingkat nasional yang unggul bidang kegawatdaruratan dan terapi komplementer pada tahun 2020. Di antara implementasi visi tersebut adalah diselenggarakannya seminar regional keperawatan dengan fokus tema tentang terapi komplementer. Kegiatan yang diadakan pada tanggal 19 September 2017 ini dimulai pukul 08.00-12.00 WIB dan bertempat di Aula Gedung Unit III Universitas Muhammadiyah Magelang.  Seminar ini dihadiri oleh dosen dan mahasiswa. Tiga pembicara ahli dihadirkan dalam seminar kesempatan ini di antaranya Mardiyono, MNS.PhD (Ketua Himpunan Perawat Indonesia), Ns.Akhmad Baed, S.Kep (Ketua DPD PPNI Kab.Magelang), dan Ns.Retna Tri Astuti, MKep (Dosen Fakultas Ilmu Kesehatan UMMagelang).

 

Kegiatan ini dibuka dengan pembacaan ayat suci Al Qur’an, kemudian disusul dengan penampilan tari budaya, diikuti serangkaian sambutan-sambutan. Sambutan pertama di sampaikan oleh Kaprodi SI Keperawatan yaitu Ns. Sigit Priyanto, M.Kep, beliau menyampaikan bahwa dengan diadakannya Seminar Regional ini dapat mewujudkan Visi Misi Prodi S1 Keperawatan  untuk unggul dalam Terapi Komplementer. Sambutan kedua yaitu dari perwakilan DPD PPNI Kabupaten Magelang yaitu Ns. Dahwadi, S.Kep, beliau menegaskan bahwa perawat dapat mengimplementasikan secara mandiri terapi komplementer baik di praktek mandiri atau di rumah sakit. Sambutan terakhir dari Wakil rektor I yaitu Dr. Purwanti, MS, beliau menekankan kembali bahwa perawat agar dapat mengimplementasikan adanya praktek mandiri dan tentunya dengan menerapkan terapi komplementer kepada pasien.

 

Seminar ini sangat menarik karena menghadirkan tiga pembicara dengan kepakaran yang berbeda-beda. Dalam penyampaian materinya, Mardiyono menyampaikan bahwa asuhan keperawatan Holistik melingkupi terapi komplementer dan alternatif dibawah payung hukum UU No. 38 Tahun 2014. Terapi komplementer mengacu pada healing pasien yang berdasarkan pendekatan secara menyeluruh yang melingkupi konsep keperawatan: body, mind, dan spirit. Sementara itu, Akhmad Baed selaku pakar terapi akupresur menjelaskan bahwa salah satu bentuk terapi komplementer menggunakan terapi jari / ratusan titik accupressure yang berbeda dengan pijat. Sebagai pembicara terakhir, Retna Tri Astuti, selaku pakar di bidang keperawatan Jiwa mengatakan bahwa pikiran dapat membantu dalam penyembuhan sakit terutama nyeri melalui penerapan terapi komplementer seperti terapi relaksasi otot progressive, SEFT, dan hipnoterapi.

 

Akhirnya, panita seminar berharap bahwa acara ini dapat meningkatkan ilmu pengetahuan di bidang terapi komplementer dan bagi dosen khususnya di Prodi Keperawatan menjadi lebih kompeten dan mengembangkan terapi komplementer dalam pengajaran maupun penelitian.