Islami Inovatif Kompetitif
 

Banner Situs



Workshop Hak Kekayaan Intelektual (HAKI) Prodi SI Keperawatan 2017

Kamis, 21 September 2017 oleh Administrator

Workshop Hak Kekayaan Intelektual (HAKI) Prodi SI Keperawatan 2017

Oleh tim publikasi FIKES

 

Penelitian merupakan salah satu kegiatan akademik yang tidak bisa dipisahkan dari kehidupan ilmiah seorang dosen. Menghasilkan karya, terpublikasikan di jurnal yang kredibel termasuk harapan dan target dari penelitian tersebut. Tidak hanya itu, bahkan kini, hasil karya tidak cukup hanya dipublikasikan melainkan dapat dipatenkan sehingga memiliki dampak terhadap pengembangan ilmu pengetahuan khususnya di bidang keperawatan. Sebagaimana yang umum diketahui bahwa memiliki karya ilmiah yang sudah dipatenkan akan menjadi kebanggaan tersendiri bagi dosen dan institusi tempat dimana ia mengabdi karena setidaknya terdapat dua keuntungan yang dapat diperoleh yaitu pertama, moral, keuntungan ini akan memberikan label kepada dosen sebagai the creator (si pencipta) dan menunjukkan eksistensi sebagai seorang akademisi yang produktif. Kedua, keuntungan ekonomis dimana sebagian karya cipta ilmiah akan memperoleh dana dari beberapa instansi yang mengaplikasikan hasil penelitian tersebut. Negara Indonesia juga telah mengatur dalam Undang-Undang dalam hal pemerolehan hak paten yaitu di UU nomor 14 tahun 2001. Dalam UU tersebut dijelaskan tentang pengertian paten, pemegang hak paten tersebut, macam-macam paten, jangka waktu perlindungan paten, hak kewajiban pemegang paten dan lain sebagainya.

 

Berdasarkan latar belakang masalah di atas dan sebagai tindak lanjut dari workshop penelitian kegawatdaruratan yang diadakan sebelumnya, Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Magelang, Khususnya Program Studi SI Keperawatan yang di ketuai oleh Ns. Sigit Priyanto, M.Kep telah mengadakan workshop HAKI yang diselenggarakan pada tanggal 18 September 2017. Acara yang dihadiri dosen keperawatan dan farmasi ini mengundang Dr. Mukti Fajar, M.Hum dari Universitas Muhammadiyah Yogyakarta selaku pembicara. Dalam paparan materinya, beliau mengatakan HAKI terbagi menjadi dua yaitu Hak Kekayaan Industri dan Hak cipta. Hak Cipta bisa berupa buku ajar, buku terjemahan, alat peraga edukatif dsb, sedangkan  Hak Kekayaan Industri teriri dari Paten, Desain Industri, Merek dan lain sebagainya. Dosen tidak hanya mengajar saja namun juga harus bisa menghasilkan suatu produk yang di HAKI kan.

 

Sebagai harapan tentunya, setelah sebuah karya dari dosen memperoleh hak cipta atau HAKI, setidaknya dapat membawa perubahan yang signifikan terhadap permasalahan keperawatan dan juga menjadi problem solver terkait isu-isu terkini keperawatan baik di level nasional maupun international.