Islami Inovatif Kompetitif
 

Banner Situs



Seminar Keperawatan Luka Prodi DIII Keperawatan 2017

Jumat, 08 September 2017 oleh Administrator

Seminar Keperawatan Luka Prodi DIII Keperawatan 2017

Oleh Tim Publikasi FIKES

 

Salah satu cara untuk mengoptimalkan peran perawat dalam era Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) adalah dengan memotivasi perawat untuk dapat melakukan praktek mandiri. Praktik keperawatan adalah salah satu bentuk pelayanan yang diselenggarakan perawat dalam bentuk asuhan keperawatan yang diterapkan kepada klien dan lingkungannya untuk mencapai tujuan pemenuhan kebutuhan dan kemandirian klien. Adanya praktik mandiri perawat memberikan kesempatan bagi masyarakat untuk mendapatkan pelayanan kesehatan yang terjangkau dan sesuai dengan pilihannya sekaligus merupakan bukti bahwa perawat memiliki kesempatan dan peluang untuk menerapkan ilmu dan keprofesionalismenya sesuai standar praktek yang berlaku. UU No. 38 Tahun 2014 telah menjadi payung hukum dalam pelaksanaan praktek tersebut guna memberikan jaminan pelayanan bermutu dan aman praktik mandiri selain dikawal UU, juga dikawal kode etik, standar profesi, standar praktik. Beberapa praktik mandiri perawat yang telah banyak dilakukan antara lain praktik komplementer, home carewound careskin carepediatric carepaliatif careintensive care,keperawatan jiwa, maternitas,dan emergency care.

 

Dalam rangka membahas isu tersebut di area praktek mandiri keperawatan luka, Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Magelang khususnya prodi DIII Keperawatan telah mengadakan seminar keperawatan regional dengan tema “Prospek Praktik Mandiri Perawat Luka” yang telah diadakan pada tanggal 7 September 2017 bertempat di Aula Gedung Unit III Universitas Muhammadiyah Magelang. Sebagai pembicara dalam seminar ini adalah Ns. Vonny Nurmalya Megawati, M.Kep, CWCC (Dosen Poltekes Majapahit, Mojokerto Jawa Timur) dan Ns. Sodiq Kamal, M.Sc, CWCC (Dosen Keperawatan FIKES UMMagelang). Dua pembicara tersebut adalah trainer sekaligus praktisi yang profesional di bidang keperawatan luka. Acara yang di ketuai oleh Ns. Rohmayanti, M.Kep ini dibuka dengan pembacaan ayat suci Al Qur’an, menyanyikan lagu indonesia raya, sang surya (mars Muhammadiyah) dan mars PPNI. Kemudian disusul dengan sambutan dari wakil Dekan FIKES UMMagelang yaitu Ns. Retna Tri Astuti, M.Kep, sambutan Ketua DPD PPNI Kabupaten Magelang dan terakhir sambutan sekaligus membuka acara oleh Rektor Universitas Muhammadiyah Magelang yaitu Ir. Eko Muh Widodo, MT. Kegiatan ini dihadiri 250 peserta yang terdiri dari mahasiswa DIII Keperawatan UMMagelang, dosen, perawat dari Rumah Sakit Mitra, perwakilan siswa dan guru dari berbagai SMK kesehatan di Magelang.

 

Saat pemaparan materi, Sodiq Kamal menyampaikan bahwa di antara hal yang harus dipahami oleh para praktisi praktek mandiri keperawatan luka adalah bahwa proses perawatan dan penyembuhan luka pasien dengan diabetic foot ulcers terkadang membutuhkan bantuan proses infeksi dari mikroba guna untuk mensupport wound healing. Beliau juga menyebutkan beberapa referensi dari penelitian yang kredibel dalam rangka mendukung pernyataan di atas. Sementara itu, Vonny Nurmalya menyampaikan bahwa lulusan keperawatan yang berkeinginan menajdi PNS memiliki peluang yang sangat kecil. Padahal sebenarnya menjadi perawat mandiri lebih menjanjikan bahkan dapat membantu orang lain dalam memperoleh pekerjaan khususnya di keperawatan luka.

 

Outcome dari seminar ini adalah materi yang disampaikan oleh dua pembicara setidaknya dapat menjadi trigger (pemicu) untuk dapat menjalankan praktek mandiri di keperawatan luka yang tentunya dengan melihat kapasitas diri sendiri terlebih dahulu. Selain itu, diharapkan setiap praktisi perawat juga dapat mengupdate ilmunya setiap periode tertentu melalui menghadiri seminar, workshop, konferensi, symposium. Bahkan perlu meluangkan banyak waktu untuk self-study by searching-and-finding related nursing journal. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan skill dan knowledge serta kompetensi karena terkadang menimba ilmu dari menghadiri seminar saja belum cukup untuk menjadi seorang outstanding wound care nurse (perawat luka yang luar biasa).