Islami Inovatif Kompetitif
 

Banner Situs



What makes a good life - The Lessons Learned (part III – end)

Minggu, 02 Juli 2017 oleh Administrator

What makes a good life - The Lessons Learned

(part III – end)

oleh Sumarno Adi Subrata*

 

Tulisan ini adalah bagian terakhir dari dua serial sebelumnya yang berisi intisari pelajaran berharga seputar “relationships” dan “what makes a good life?” yang disimpulkan dari perjalanan panjang penelitian Dr. Robert Waldinger.

 

 

Pertama

“Do not judge an article by its title” atau jangan menjustifikasi sebuah tulisan hanya dengan melihat judulnya saja. Namun perlu untuk dicermati dan dianalisa isinya secara keseluruhan. Terkadang terdapat beberapa artikel dengan judul yang 11-12 (kurang lebih sama) namun memiliki isi yang berbeda. Setiap tulisan memiliki keunikan tersendiri dalam setiap tampilannya. Sekalipun judulnya hampir sama.

 

Hal inilah yang kami alami ketika mencari artikel seputar bagaimana menjadikan hidup semakin baik atau yang seputar dengan itu. Kami menemukan banyak artikel namun karya Dr. Robert Waldinger dan kolega dari Harvard Medical School, Harvard University sangat menarik perhatian karena dari sisi keilmiahnya dalam melakukan pendekatan terhadap problem yang tengah dialami di populasi remaja Amerika Serikat di awal tahun 1938.

 

Terkait relationship atau menjalin hubungan dengan orang lain, kami menyimpulkan bahwa “do not judge a human being by looking at his/her appearances” jangan menjustifikasi seseorang hanya dengan melihat penampilannya. Karena terkadang penampilan tidak/kurang merepresentasikan performa, baik dalam bentuk hardskill/softskill.

 

Kedua

Penelitian tersebut menyimpulkan bahwa kebahagiaan manusia tidak bersumber dari kekayaan, ketenaran, kekayaan, pekerjaan dunia. Namun dari baiknya menjalin hubungan dengan orang lain. Karena apalah arti memiliki kedudukan sosial, jabatan, kekayaan, gelar yang tinggi dan lain sebagainya jika tidak memiliki hubungan baik dengan orang lain. Sebagian orang Amerika yang notabene non-muslimpun menyadarinya. Tentunya kita sebagai seorang muslim harus lebih menyadari akan hal tersebut bahwa “materi bukanlah segalanya”.

 

Jika kebahagiaan datang dari hal-hal tadi, maka akan banyak orang miskin tidak akan mampu hidup bahagia. Terlebih lagi, setiap manusia memiliki keterbatasan dalam meraih keinginannya sehingga tidak setiap keinginan harus dicapai. Perlu melihat kapasitas diri terlebih dahulu dan melihat level prioritas. Bahkan menjadi kaya, terkenal, termasuk bagian dari keinginan yang sulit dicapai sebagaimana penjelasan Dr. Robert Waldinger.

 

Ketiga

Sebuah fenomena/masalah terkadang dapat terselesaikan dengan baik ketika dilakukan dengan pendekatan penelitian dengan desain yang cocok, meskipun membutuhkan jangka waktu yang lama. Lebih dari 75 tahun proyek Harvard medical school berjalan hingga berganti ketua peneliti sebanyak 4 kali. Kesabaran, ketekunan, keberuntungan dan dedikasi yang tinggi terhadap tujuan riset adalah salah satu kunci keberhasilan beliau. Semoga hal tersebut bisa menginspirasi para akademisi.

 

Keempat

Setiap manusia memiliki episode kehidupan yang beragam yang dapat dijadikan sebagai pelajaran bagi orang lain. Terbukti bahwa penelitian  Dr. Robert Waldinger menggunakan sampel dari dua starata sosial yang berbeda yaitu golongan miskin dengan beberapa masalah yang kompleks dan sekelompok mahasiswa yang masuk di Harvard University, Boston, Amerika Serikat.

 

Kelima

Penelitian ini menyimpulkan bahwa memiliki hubungan yang baik dengan orang lain menyehatkan tubuh melalui mencegah penurunan fungsi memori, lebih memiliki ketajaman pemikiran, dan umurnya lebih panjang. Dr. Robert Waldinger mengatakan: “Good relationships do not just protect our bodies; they protect our brains”.Dr. George Vaillant selaku tim penelitian dari dari tahun 1972-2004 mengatakan : “…the key to healthy aging is relationships, relationships, relationships” (Mineo, 2017)

 

Sementara orang yang kesepian, tidak memiliki hubungan baik dengan orang lain, akan menjadi kurang bahagia, lebih mudah sakit, cepat mengalami penurunan fungsi otak dan cenderung memiliki umur yang lebih pendek (Waldinger, 2015). Bahkan Dr. Robert Waldinger mengatakan: “Loneliness kills. It is as powerful as smoking or alcoholism” (Mineo, 2017).

 

Di antara sederetan orang yang perlu kita jaga kualitas hubungannya adalah keluarga kita, baik isteri, suami, anak, orang tua kita, rekan kerja, tetangga dan orang lain yang kita temui dimanapun kita berada. Tentunya dalam menjalin hubungan tersebut tetap memperhatikan aturan atau batasan-batasan pergaulan di dalam syariat islam.

 

Selesai, Alhamdulillah...

 

Referensi:

Shadish, W., Cook, T., & Campbell, D. (2002). Experimental and Quasi-Experimental Designs for Generalized Causal Inference (2 ed.). Boston: Houghton Mifflin Company.

Mineo, L. (2017). Good genes are nice, but joy is better.   Retrieved from http://news.harvard.edu/gazette/story/2017/04/over-nearly-80-years-harvard-study-has-been-showing-how-to-live-a-healthy-and-happy-life/

Waldinger, R. (2015). What makes a good life? Lessons from the longest study on happiness by Robert Waldinger (TED Talks). Retrieved from https://www.youtube.com/watch?v=8KkKuTCFvzI

 

Referensi video di Youtube:

https://www.youtube.com/watch?v=5Zqloy9Ma_s

(Interview CBS this Morning dengan Dr. Robert Waldinger)

https://www.youtube.com/watch?v=M2saQlxDkhU

(Presentasi Dr. Robert Waldinger di acara TED Talks tahun 2015)

 

Website pribadi Dr. Robert Waldinger:

http://robertwaldinger.com/

 

 

*Doctoral Student in Nursing, Mahidol University, Thailand

*Awardee Beasiswa LPDP Kementerian Keuangan Republik Indonesia Tahun 2016 (Program Doktor Luar Negeri)

*Dosen Keperawatan, FIKES UMMagelang