Islami Inovatif Kompetitif
 

Banner Situs



Dr. Robert Waldinger revealed the good life is built with good relationships (part I)

Senin, 05 Juni 2017 oleh Administrator

Dr. Robert Waldinger revealed the good life is built with good relationships (part I)

oleh Sumarno Adi Subrata*

 

“what makes a good life?” itulah salah satu judul kajian mental health yang cukup menarik perhatian kami. Sebenarnya judulnya biasa-biasa saja dan barangkali itu salah satu di antara ratusan artikel yang mengajak untuk bagaimana hidup bahagia, hidup yang berkualitas, bebas tekanan dan lain sebagainya. Tidak ada yang istimewa atau hal baru kalau dilihat dari judulnya. Namun, “don’t judge an article by its title”, ketika kami menyimak contentnya ternyata terdapat banyak hal yang menurut kami tergolong langka, unik dan incredible (luar biasa).

 

Statement ini  “the good life is built with good relationships“ adalah buah dari sebuah penelitian yang telah dilakukan lebih dari 75 tahun oleh sekelompok peneliti dari Harvard Medical School, Harvard University, Boston, Amerika Serikat. Bisa dikatakan ini adalah penelitian terlama dalam sejarah akademik karena telah dimulai sejak tahun 1938 dan masih berlangsung hingga tahun 2015 lalu sebagaimana hal ini disampaikan oleh ketua peneliti yang ke-4 yaitu Dr.Robert Waldinger. Beliau adalah salah seorang profesor di bidang psikiatrik di Harvard Medical School, direktur Laboratorium of Adult Development dan Center of Psychodynamic Therapy and Research di Massachusetts General Hospital Boston dan anggota Adult Training Program di Boston Psycoanalytic Society and Institute.

 

Latar belakang dari penelitian ini adalah hasil dari sebuah survey bahwa lebih dari 80% orang dewasa menginginkan menjadi kaya, 50 % lainnya menginginkan menjadi terkenal. Bahkan banyak orang mengatakan bahwa kita harus fokus pada pekerjaan, bekerja dengan lebih keras dan mencapai hal-hal yang lebih. Hal ini menunjukkan kesan bahwa inilah yang harus dikejar untuk mendapatkan kehidupan yang lebih baik. Benarkah demikian? Dr. Robert Waldinger menjelaskan bahwa ini adalah sebuah keinginan yang sulit untuk didapatkan.

 

Penelitian ini menggunakan metode longitudinal study yaitu jenis desain penelitian observasi / eksprerimen berulang terhadap variabel yang sama yang sering dilakukan dalam waktu lebih dari 10 tahun (Shadish et al, 2002). Penelitian ini berfokus pada aspek mental dan physical well-being (kesehatan fisik). Penelitian yang didanai oleh pemerintah federal Amerika Serikat ini dimulai tahun 1938 dan pada tahun 2015 lalu masih berlangsung, artinya sudah berjalan lebih dari 75 tahun. Total partisipan dalam penelitian ini sejumlah 724 orang yang terbagi menjadi dua grup. Grup pertama, sekelompok mahasiswa Harvard University sejumlah 268 orang dan menariknya, salah satu di antaranya telah menjadi presiden Amerika Serikat ke-35 yaitu John F Kenedy pada tanggal 20 Januari 1961. Grup kedua, sekelompok orang yang tinggal di area kemiskinan di Boston sejumlah 456 partisipan. Pengumpulan data dilakukan dengan menyebar kuisioner setiap dua tahun sekali, pemeriksaan kesehatan setiap 5 tahun sekali dan wawancara terkait kehidupan sehari-hari.

 

Penelitian ini menyimpulkan bahwa memiliki hubungan yang baik dengan orang lain akan mencegah penurunan fungsi memori, lebih memiliki ketajaman pemikiran, hidupnya lebih sehat dan umurnya lebih panjang. Sementara orang yang kesepian, tidak memiliki hubungan baik dengan orang lain, akan menjadi kurang bahagia, lebih mudah sakit, cepat mengalami penurunan fungsi otak dan cenderung memiliki umur yang lebih pendek.

 

Artikel ini akan dilanjutkan ke bagian kedua, Insya Allah.

 

Catatan:

Referensi akan dicantumkan di bagian terakhir dari serial tulisan ini.

 

*Doctoral Student in Nursing, Mahidol University, Thailand

*Awardee Beasiswa LPDP Kementerian Keuangan Republik Indonesia Tahun 2016 (Program Doktor Luar Negeri)

*Dosen Keperawatan, FIKES UMMagelang