Islami Inovatif Kompetitif
 

Banner Situs



9 hal yang dapat membahayakan liver (bagian 3 - terakhir)

Sabtu, 14 Januari 2017 oleh Administrator

9 hal yang dapat membahayakan liver (bagian 3 - terakhir)

oleh Sumarno Adi Subrata*

 

Artikel ini adalah bagian terakhir dari topik tentang beberapa hal yang dapat membahayakan liver/hati. dua artikel sebelumnya menjelaskan bahwa konsumsi gula, suplemen herbal, kegemukan, suplemen vitamin A, soft-drinks, dan obat jenis acetamoniphen adalah diantara penyebabnya. Kemudian, tiga hal lain yang menjadi penyebab berikutnya adalah:

 

 

Ke Tujuh. Lemak Trans

Lemak trans adalah sejenis lemak buatan yang ada dalam makanan yang memiliki peran memperlama umur makanan, menambah rasa misalkan akan membuat kentang goreng/ayam goreng di warung cepat saji menjadi lebih enak. Seorang yang mengkonsumsi tinggi makanan berlemak ini dapat mengalami kenaikan berat badan dan tentunya hal ini kurang baik bagi liver.

 

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa konsumsi makanan ber-MSG dalam makanan yang mengantung lemak trans dapat memicu NAFLD/Non-alcoholic Fatty Liver Disease/Penyakit perlemakan hati bagi penderita yang tidak mengkonsumsi alcohol (Collison et al., 2009). Bahkan tingginya konsumsi makanan berkalori tinggi (hyperkalori) yang disertai lemak trans dapat meningkatkan intrahepatic trigliserid / IHTG / penumpukan trigliserid dalam hepar dan kondisi ini dapat memicu NAFLD (Sullivan, 2010). Selain menganggu metabolism lemak di hati, lemak trans juga dapat memicu resisten insulin/ insulin tidak bisa bekerja normal sehingga memicu diabetes (Zivkovic, German, & Sanyal, 2007). Dalam studi tahun 2012 juga menjelaskan tingginya konsumsi lemak trans dapat memicu kerusakan hati (Neuschwander-Tetri et al., 2012).

 

Beberapa makanan berlemak trans yang baiknya dibatasi konsumsinya, gorengan, makanan cepat saji, biscuit, cake, margarine, kue pie, es krim, pop korn kemasan, makanan berbahan daging sapi, makanan panggang yang dibekukan. Barangkali jenis makanan tersebut sering kita konsumsi. Pada asalnya boleh-boleh saja namun jangan dijadikan sebagai menu rutin.

 

Ke delapan. Jarum suntik

Dalam praktek sehari-hari –sebagaimana yang telah diketahui- bahwa jarum suntik digunakan hanya untuk satu orang, tidak boleh digunakan untuk banyak orang hanya karena alasan cost-effective. Hal ini sangat membahayakan, terlebih lagi jika salah satu pengguna jarum suntik tersebut adalah penderita hepatitis C (Page, Morris, Hahn, Maher, & Prins, 2013). Sebuah riset klasik juga menjelaskan bahwa berbagi jarum suntik sangat beresiko menularkan HIV (Mandell, Vlahov, Latkin, Oziemkowska, & Cohn, 1994).

 

Solusi, bagi tim kesehatan, tetap wajib menggunakan jarum suntik satu pasien satu jarum. Bagi non tim kesehatan, menghindari penggunaan obat-obat terlarang. Terlebih lagi jika cara penggunaannya menggunakan jarum suntik.

 

Ke sembilan. alkohol

Konsumsi alcohol dapat merusak sel-sel hati dalam jangka panjang. Ketika sel tersebut rusak maka otomatis hati tidak dapat menjalankan fungsinya dengan baik. Beberapa pakar eropa membolehkan mengkonsumsi alcohol dalam batas wajar. Namun sayangnya dalam islam, konsumsi alkohol sangat dilarang, baik sedikit ataupun banyak. Karena islam adalah agama yang sangat  menjaga akal. Sementara ketika seseorang mengkonsumsi alkohol, sangat berpengaruh terhadap fungsi akal sehatnya.

 

Beberapa riset di bawah ini akan menjelaskan betapa bahayanya konsumsi alkohol.  Konsumsi alkohol secara langsung menimbulkan penyakit hati jika dikonsumsi melebihi 80 gr/hari, bahkan alkohol dapat mengganggu biaya hidup, baik untuk perawatan karena sakit/ yang lain. (Bruha, Dvorak, & Petrtyl, 2012). Selain menyebabkan penyakit hati, konsumsi alkohol juga menyebabkan penyakit jantung dan kanker (Rehm et al., 2009). Konsumsi alkohol dapat memicu ALD/alcoholic Liver disease dimana di amerika menjadi penyebab kematian ke-12 dari beberapa jenis penyakit(Gao & Bataller, 2011).

 

Solusi, jangan meminum alkohol, sedikit ataupun banyak.

 

Referensi:

 

Bruha, R., Dvorak, K., & Petrtyl, J. (2012). Alcoholic liver disease. World Journal of Hepatology, 4(3), 81-90. doi:10.4254/wjh.v4.i3.81

 

Collison, K. S., Maqbool, Z., Saleh, S. M., Inglis, A., Makhoul, N. J., Bakheet, R., . . . Al-Mohanna, F. A. (2009). Effect of dietary monosodium glutamate on trans fat-induced nonalcoholic fatty liver disease. Journal of Lipid Research, 50(8), 1521-1537. doi:10.1194/jlr.M800418-JLR200

 

Gao, B. I. N., & Bataller, R. (2011). Alcoholic Liver Disease: Pathogenesis and New Therapeutic Targets. Gastroenterology, 141(5), 1572-1585. doi:10.1053/j.gastro.2011.09.002

 

Mandell, W., Vlahov, D., Latkin, C., Oziemkowska, M., & Cohn, S. (1994). Correlates of needle sharing among injection drug users. American Journal of Public Health, 84(6), 920-923.

 

Neuschwander-Tetri, B. A., Ford, D. A., Acharya, S., Gilkey, G., Basaranoglu, M., Tetri, L. H., & Brunt, E. M. (2012). Dietary trans-Fatty Acid Induced NASH is Normalized Following Loss of trans-Fatty Acids from Hepatic Lipid Pools. Lipids, 47(10), 941-950. doi:10.1007/s11745-012-3709-7

 

Page, K., Morris, M. D., Hahn, J. A., Maher, L., & Prins, M. (2013). Injection Drug Use and Hepatitis C Virus Infection in Young Adult Injectors: Using Evidence to Inform Comprehensive Prevention. Clinical Infectious Diseases: An Official Publication of the Infectious Diseases Society of America, 57(Suppl 2), S32-S38. doi:10.1093/cid/cit300

 

Rehm, J., Mathers, C., Popova, S., Thavorncharoensap, M., Teerawattananon, Y., & Patra, J. (2009). Global burden of disease and injury and economic cost attributable to alcohol use and alcohol-use disorders. Lancet, 373(9682), 2223-2233.

 

Sullivan, S. (2010). Implications of Diet on Nonalcoholic Fatty Liver Disease. Current opinion in gastroenterology, 26(2), 160-164. doi:10.1097/MOG.0b013e3283358a58

 

Zivkovic, A., German, J., & Sanyal, A. (2007). Comparative review of diets for the metabolic syndrome: implications for nonalcoholic fatty liver disease. Am J Clin Nutr, 86(2), 285-300.

 

*Doctoral student in Nursing, Mahidol University, Thailand

*Awardee beasiswa LPDP Kemenkeu RI tahun 2016 (Program Doktor Luar Negeri)

*Dosen FIKES UMMagelang