Islami Inovatif Kompetitif
 

Banner Situs



9 hal yang dapat membahayakan liver (bagian 2)

Jumat, 13 Januari 2017 oleh Administrator

9 hal yang dapat membahayakan liver (bagian 2)

oleh Sumarno Adi Subrata*

 

Artikel ini adalah kelanjutan dari bagian pertama tentang beberapa hal yang dapat membahayakan hati yaitu suplemen vitamin A, soft-drinks dan obat acetaminophen. Berikut penjelasan detailnya:

 

Ke empat. Suplemen vitamin A

Tubuh kita membutuhkan vitamin A dan normalnya dapat kita konsumsi dari buah-buahan segar dan sayuran berwarna merah, orange dan kuning. Namun dalam kondisi tertentu seseorang kurang disiplin dalam mengkonsumsi vitamin A alami sehingga ia menggantinya dengan suplemen yang mengandung vitamin A. konsumsi tanpa dosis yang benar justru akan membahayakan fungsi hati.

 

Beberapa penelitian di bawah ini menunjukkan bahwa konsumsi suplemen vitamin A –tanpa dosis- yang benar, cukup membahayakan fungsi hati. Sebuah studi tahun 1991 yang dilakukan oleh peneliti dari Belgia menemukan sejumlah 41 kasus kerusakan hati akibat konsumsi vitamin A dalam jangka yang bervariasi antara 2,5 tahun hingga 6 tahun dalam dosis yang melebihi kebutuhan harian (Geubel, Galocsy, Alves, Rahier, & Dive, 1991). Seorang pasien juga telah dilaporkan mengalami kerusakan hati kronis akibat overdosis konsumsi suplemen vitamin A. Ia beralasan untuk perkembangan otot (Castaño, Etchart, & Sookoian, 2006). Studi pada tahun 2008 juga melaporkan kasus pasien berumur 59 tahun telah overdosis mengkonsumsi vitamin A (13000 ug/hari selama dua tahun) mengalami kerusakan hati (Sheth, Khurana, & Khurana, 2008).

 

Dosis Vitamin A normal harian bagi pria adalah 900 mcg/hari sedangkan untuk wanita 700 mcg/hari (Goodman, 1984). Jadi jika kita memang ingin mengkonsumsi suplemen vitamin A, baiknya meminta saran kepada tim kesehatan semisal dokter/ ahli gizi/ apoteker untuk mengetahui dosis dan aturan pakainya. Sikap ini lebih hati-hati daripada kita langsung mengkonsumsinya tanpa dosis yang justru dapat membahayakan fungsi hati.

 

Ke lima. Soft-drinks

Soft-drink bagi sebagian orang dikenal sebagai minuman enak dan bergengsi. Namun dua hal tadi tidak cukup untuk membuat tubuh kita sehat. Sebagaimana dalam beberapa riset menunjukkan bahwa konsumsi minuman bersoda dalam jangka panjang dapat menyebebkan NAFLD/Non-Alcoholic Fatty Liver Disease/ penyakit perlemakan hati bagi penderita yang tidak mengkonsumsi alcohol.

 

Sejumlah penelitian telah dilakukan untuk mengetahui efek soft-drinks pada fungsi hati. Diantaranya, kandungan gula jenis fruktosa buatan dapat memicu penumpukan lemak di hati. Bahkan pemanis jenis aspartame pada soft-drinks dapat memicu resistensi insulin  sehingga dapat menyebabkan diabetes pada jangka panjang (Nseir, Nassar, & Assy, 2010). Penyakit NAFLD dapat terjadi ketika seseorang sehat –tanpa faktor resiko- mengkonsumsi soft-drinks secara rutin setiap hari selama 36 bulan atau 3 tahun (Abid et al., 2009; Assy et al., 2008).

 

Sebuah studi dari European Association for the Study of the Liver menyampaikan bahwa minuman kemasan berpemanis buatan –seperti pada minuman bersoda- memiliki korelasi dengan terjadinya NAFLD. Minuman berpemanis tersebut menaikkan level alanin transaminase/ sejenis penanda terjadinya penyakit perlemakan hati (Ma et al., 2015). Dalam sebuah penelitian tahun 2016, disarankan untuk mengurangi konsumsi energy-drinks dan soft-drinks untuk pencegahan NAFLD, khususnya pada anak-anak (Mosca et al., 2016)

 

Solusinya, tidak menjadikan soft-drinks sebagai minuman yang dikonsumsi rutin setiap hari. Karena cukup berbahaya bagi hati. Namun jika sesekali mengkonsumsinya tidak menjadi masalah, seperti ketika dalam acara-acara pesta pernikahan atau pertemuan-pertemuan resmi.

 

Ke enam. Acetaminophen

Acetaminophen dikenal dilingkungan kita dengan sebutan paracetamol. Obat tersebut berfungsi untuk menghilangkan sakit kepala, penghilang nyeri skala ringan hingga sedang dan flu ringan yang disertai demam. Obat tersebut tergolong aman jika dikonsumsi dalam dosis yang dianjurkan dan menghentikan penggunaan obat jika gejala sudah tidak ada. Namun jika, gejala sudah berkurang 80 persen, juga tidak apa-apa jika acetaminophen dihentikan.

 

Penyakit kerusakan hati akut dapat terjadi jika seseorang mengkonsumsi acetaminophen sejumlah 4000 mg/hari (Yoon, Babar, Choudhary, Kutner, & Pyrsopoulos, 2016). Beberapa riset juga menjelaskan overdosis acetaminophen dapat menyebabkan keracunan pada hati/liver sehingga berdampak pada penyakit hati akut(Fontana, 2008; Hinson, Roberts, & James, 2010; Larson et al., 2005). Pada penelitian level tikus mencit pun, overdosis acetaminophen dapat menyebabkan penyakit hati akut (Mossanen & Tacke, 2015).

 

Solusinya, jika kita sedang mengalami nyeri kepala, flu ringan, demam dan ingin mengkonsumsi acetaminophen/paracetamol, baiknya konsultasikan dengan tim kesehatan yang kompeten atau membaca literature terkini tentang cara aman mengkonsumsi obat tersebut.

 

Artikel akan bersambung ke bagian tiga, Insya Allah

 

Referensi:

 

Abid, A., Taha, O., Nseir, W., Farah, R., Grosovski, M., & Assy, N. (2009). Soft drink consumption is associated with fatty liver disease independent of metabolic syndrome. Journal of Hepatology, 51(5), 918-924. doi:http://dx.doi.org/10.1016/j.jhep.2009.05.033

 

Assy, N., Nasser, G., Kamayse, I., Nseir, W., Beniashvili, Z., Djibre, A., & Grosovski, M. (2008). Soft drink consumption linked with fatty liver in the absence of traditional risk factors. Canadian Journal of Gastroenterology, 22(10), 811-816.

 

Castaño, G., Etchart, C., & Sookoian, S. (2006). Vitamin A toxicity in a physical culturist patient: a case report and review of the literature. Ann Hepatol, 5(4), 293-395.

 

Fontana, R. J. (2008). Acute Liver Failure including Acetaminophen Overdose. The Medical clinics of North America, 92(4), 761-794. doi:10.1016/j.mcna.2008.03.005

 

Geubel, A., Galocsy, C. D., Alves, N., Rahier, J., & Dive, C. (1991). Liver damage caused by therapeutic vitamin A administration: estimate of dose-related toxicity in 41 cases. Gastroenterology, 100(6), 1701-1709.

 

Goodman, D. (1984). Vitamin A and retinoids in health and disease. N Engl J Med, 310(1984), 1023-1031.

 

Hinson, J. A., Roberts, D. W., & James, L. P. (2010). Mechanisms of Acetaminophen-Induced Liver Necrosis. Handbook of experimental pharmacology(196), 369-405. doi:10.1007/978-3-642-00663-0_12

 

Larson, A. M., Polson, J., Fontana, R. J., Davern, T. J., Lalani, E., Hynan, L. S., . . . Lee, W. M. (2005). Acetaminophen-induced acute liver failure: Results of a United States multicenter, prospective study. Hepatology, 42(6), 1364-1372. doi:10.1002/hep.20948

 

Ma, J., Fox, C. S., Jacques, P. F., Speliotes, E. K., Hoffmann, U., Smith, C. E., . . . McKeown, N. M. (2015). Sugar-sweetened beverage, diet soda, and fatty liver disease in the Framingham Heart Study cohorts. Journal of Hepatology, 63(2), 462-469. doi:http://dx.doi.org/10.1016/j.jhep.2015.03.032

 

Mosca, A., Della Corte, C., Sartorelli, M. R., Ferretti, F., Nicita, F., Vania, A., & Nobili, V. (2016). Beverage consumption and paediatric NAFLD. Eating and Weight Disorders - Studies on Anorexia, Bulimia and Obesity, 21(4), 581-588. doi:10.1007/s40519-016-0315-3

 

Mossanen, J. C., & Tacke, F. (2015). Acetaminophen-induced acute liver injury in mice. Laboratory Animals, 49(1_suppl), 30-36. doi:10.1177/0023677215570992

 

Nseir, W., Nassar, F., & Assy, N. (2010). Soft drinks consumption and nonalcoholic fatty liver disease. World Journal of Gastroenterology : WJG, 16(21), 2579-2588. doi:10.3748/wjg.v16.i21.2579

 

Sheth, A., Khurana, R., & Khurana, V. (2008). Potential Liver Damage Associated with Over-the-Counter Vitamin Supplements. Journal of the American Dietetic Association, 108(9), 1536-1537. doi:http://dx.doi.org/10.1016/j.jada.2008.06.443

 

Yoon, E., Babar, A., Choudhary, M., Kutner, M., & Pyrsopoulos, N. (2016). Acetaminophen-Induced Hepatotoxicity: a Comprehensive Update. Journal of Clinical and Translational Hepatology, 4(2), 131-142. doi:10.14218/JCTH.2015.00052

 

*Doctoral Student in Nursing, Mahidol University, Thailand

*Awardee beasiswa LPDP Kemenkeu RI tahun 2016 (Program Doktor Luar Negeri)

*Dosen Keperawatan FIKES UMMagelang