Islami Inovatif Kompetitif
 

Banner Situs



19 Kebiasaan yang dapat merusak gigi (Bagian 4 - terakhir)

Jumat, 09 Desember 2016 oleh Administrator

19 Kebiasaan yang dapat merusak gigi (Bagian 4 - terakhir)

written by Sumarno Adi Subrata*

 

 

            Artikel ini adalah bagian terakhir dari tiga artikel sebelumnya yang membahas tentang beberapa kebiasaan yang dapat merusak gigi. Dalam artikel ini akan disampaikan bahwa merokok, mengkonsumsi anggur merah dan putih serta pesta makan juga dapat merusak gigi. Berikut penjelasan detailnya:

  

Ke enam belas. Smoking

Tidak bisa dipungkiri lagi bahwa rokok adalah produk dari tembakau yang dapat merubah warna gigi serta dapat merontokkan gigi/tooth loss sebagai efek dari gangguan gusi/periodontitis, sebuah studi telah menjelaskan hal tersebut (Mai et al., 2013). Dalam sebuah systematic review juga disimpulkan bahwa merokok meningkatkan faktor resiko terjadinya caries gigi (Benedetti, Campus, Strohmenger, & Lingström, 2013). Di lingkungan militer-pun, ketika ada seseorang sering merokok maka prevalensi terjadinya caries gigi juga akan meningkat (Campus et al., 2011). Studi lain juga mendukung bahwa merokok juga memiliki korelasi terjadinya caries gigi (Hagh, Zakavi, Ansarifar, Ghasemzadeh, & Solgi, 2013).

 

Sebuah studi pada tahun 2008 juga meneliti tentang caries gigi pada supir truk di Meksiko dan hasilnya adalah sopir truk yang perokok dan kurang memiliki oral hygiene yang baik memiiki korelasi terhadap caries gigi dan kerontokan gigi (Aguilar-Zinser et al., 2008).

 

Merokok tidak hanya berbahaya bagi si perokok akan tetapi juga bagi secondhand smoker / orang yang berada di dekat perokok yang iku menghirup asapnya. Studi di Jepang menjelaskan bahwa bayi 4 bulan yang sudah sering terpapar asap rokok di rumahnya akan berpotensi terkena caries gigi ketika si bayi tersebut dalam masa pertumbuhan gigi (Tanaka et al., 2015).

 

Merokok sangat berbahaya karena dapat menyebabkan kanker pada bagian mulut dan akan diperparah jika si perokok juga mengkonsumsi alkohol (Madani, Dikshit, & Bhaduri, 2012; Radoï et al., 2013; Sadri & Mahjub, 2007)

 

Solusinya, stop smoking, kalau belum pernah merokok ya jangan jadi perokok dan hindari orang yang merokok. Insya Allah gigi akan sehat.

 

Ke tujuh belas dan delapan belas. Mengkonsumsi anggur merah dan putih

Drinking red wine atau mengkonsumsi minuman anggur merah juga berbahaya bagi gigi. Karena asam dalam minuman tersebut dapat menghancurkan enamel gigi, juga merubah warna gigi (Topcu et al., 2009). Dua jenis anggur (merah dan putih)  juga mampu merubah warna gigi (Tanthanuch et al., 2016).  Minuman jenis anggur juga menurunkan kondisi fisiologis mulut / gigi sehingga meningkatkan resiko erosi gigi (Brand, Fat, & Veerman, 2009). Bahkan efek dalam merubah warna gigi lebih kuat minuman jenis anggur daripada kopi (Côrtes et al., 2013)

 

Solusinya, hindari mengkonsumsi minuman jenis anggur untuk mencegah erosi dan perubahan warna pada gigi.

 

Ke sembilan belas. Binge Eating

Binge eating dapat diterjemahkan dengan pesta makan. Karena umumnya, kegiatan tersebut melibatkan jenis makanan dari berbagai rasa tanpa kecuali makanan manis dalam berbagai bentuk. Banyak jurnal telah menjelaskan bahwa gula dalam makanan dapat memicu kerusakan gigi dengan mekanisme perubahan kondisi menjadi asam yang dilakukan oleh bakteri jenis mutan streptococci.

 

Selain banyak makan, kelainan yang berkaitan dengan nafsu makan seperti bulimia nervosa/self-induced vomiting juga dapat membahayakan gigi. istilah tersebut adalah ketika seseorang menstimulasi dirinya untuk muntah setelah mengkonsumsi beberapa makanan. Ketika muntah maka hampir semua makanan keluar plus asam lambung, nah inilah yang membahayakan gigi. Hanya saja kerusakan gigi (erosi) akan mulai muncul setelah 6 bulan kebiasaan ini dilakukan (Mehler & Rylander, 2015). Kerusakan gigi lebih dispesifikkan ke arah gigi berlubang (Buczkowska-Radlińska, Kaczmarek, Tyszler, Mikołajczyk, & Fraczak, 2007).

 

Demikian pembahasan mengenai 19 kebiasaan yang dapat merusak gigi. Artikel ini disusun dalam rangka untuk untuk mengingatkan bahwa ternyata apa yang kita konsumsi selama ini –jika dilakukan tanpa kehati-hatian- akan menimbulkan kerusakan gigi, cepat atau lambat. Maka, meningkatkan kebiasaan oral hygiene sangat penting untuk mencegah hal terebut. Semisal, gosok gigi sebelum tidur, gosok gigi/menggunakan obat kumur setelah makan.

 

Sebagai tambahan, selain juga menghindari 19 kebiasaan di atas. Sangat perlu kita juga menghindarkan diri dari perbuatan dosa dan maksiat yang dilakukan melalui organ mulut. Semisal ghibah dan lain sebagainya. Sebagaimana ucapan dari Ibnul Qayyim al Jauziyah dalam buku beliau Ad-Da”u wa ad Dawa” bahwa kemaksiatan dapat melemahkan hati dan tubuh (gigi tanpa kecuali).

 

Artikel selesai.

 

Referensi:

 

Aguilar-Zinser, V., Irigoyen, M., Rivera, G., Maupomé, G., Sánchez-Pérez, L., & Velázquez, C. (2008). Cigarette smoking and dental caries among professional truck drivers in Mexico. Caries Res, 42(4), 255-262. doi:10.1159/000135670. Epub 2008 Jun 4

 

Benedetti, G., Campus, G., Strohmenger, L., & Lingström, P. (2013). Tobacco and dental caries: A systematic review. Acta Odontologica Scandinavica, 71(3-4), 363-371. doi:10.3109/00016357.2012.734409

 

Brand, H., Fat, G. T., & Veerman, E. (2009). The effects of saliva on the erosive potential of three different wines. Aust Dent J, 54(3), 228-232. doi: 10.1111/j.1834-7819.2009.01124.x

 

Buczkowska-Radlińska, J., Kaczmarek, W., Tyszler, L., Mikołajczyk, E., & Fraczak, B. (2007). Dental status in patients with eating disorders. Ann Acad Med Stetin, 53(1), 90-93.

 

Campus, G., Cagetti, M., Senna, A., Blasi, G., Mascolo, A., Demarchi, P., & Strohmenger, L. (2011). Does smoking increase risk for caries? a cross-sectional study in an Italian military academy. Caries Res, 45(1), 40-46. doi:10.1159/000322852. Epub 2011 Jan 13

 

Côrtes, G., Pini, N., Lima, D., Liporoni, P., Munin, E., Ambrosano, G., . . . Lovadino, J. (2013). Influence of coffee and red wine on tooth color during and after bleaching. Acta Odontol Scand, 71(6), 1475-1480. doi:10.3109/00016357.2013.771404. Epub 2013 Feb 19

 

Hagh, L. G., Zakavi, F., Ansarifar, S., Ghasemzadeh, O., & Solgi, G. (2013). Association of dental caries and salivary sIgA with tobacco smoking. Aust Dent J, 58(2), 219-223. doi:10.1111/adj.12059. Epub 2013 May 5

 

Madani, A., Dikshit, M., & Bhaduri, D. (2012). Risk for oral cancer associated to smoking, smokeless and oral dip products. Indian J Public Health, 56(1), 57-60. doi:10.4103/0019-557X.96977

 

Mai, X., Wactawski-Wende, J., Hovey, K. M., LaMonte, M. J., Chen, C., Tezal, M., & Genco, R. J. (2013). Associations between smoking and tooth loss according to reason for tooth loss: The OsteoPerio Study. Journal of the American Dental Association (1939), 144(3), 252-265.

 

Mehler, P. S., & Rylander, M. (2015). Bulimia Nervosa – medical complications. Journal of Eating Disorders, 3, 12. doi:10.1186/s40337-015-0044-4

 

Radoï, L., Paget-Bailly, S., Cyr, D., Papadopoulos, A., Guida, F., Schmaus, A., . . . Luce, D. (2013). Tobacco smoking, alcohol drinking and risk of oral cavity cancer by subsite: results of a French population-based case-control study, the ICARE study. Eur J Cancer Prev, 22(3), 268-276. doi:10.1097/CEJ.0b013e3283592cce

 

Sadri, G., & Mahjub, H. (2007). Tobacco smoking and oral cancer: a meta-analysis. J Res Health Sci, 7(1), 18-23.

 

Tanaka, S., Shinzawa, M., Tokumasu, H., Seto, K., Tanaka, S., & Kawakami, K. (2015). Secondhand smoke and incidence of dental caries in deciduous teeth among children in Japan: population based retrospective cohort study. The BMJ, 351, h5397. doi:10.1136/bmj.h5397

 

Tanthanuch, S., Kukiattrakoon, B., Peerasukprasert, T., Chanmanee, N., Chaisomboonphun, P., & Rodklai, A. (2016). The effect of red and white wine on color changes of nanofilled  and nanohybrid resin composites. Restorative Dentistry & Endodontics, 41(2), 130-136. doi:10.5395/rde.2016.41.2.130

 

Topcu, F. T., Sahinkesen, G., Yamanel, K., Erdemir, U., Oktay, E. A., & Ersahan, S. (2009). Influence of Different Drinks on the Colour Stability of Dental Resin Composites. European Journal of Dentistry, 3(1), 50-56.

 

*Doctoral student in nursing, Mahidol University, Thailand

*Awardee beasiswa LPDP Kemenkeu RI tahun 2016 (Program Doktor Luar Negeri)

*Dosen keperawatan, FIKES UMMagelang