Islami Inovatif Kompetitif
 

Banner Situs



Artikel : Jangan memutuskan sesuatu saat marah

Kajian Online Pekanan 
Pekan ke-4: Seri adab dan tazkiyatun nufus
Edisi XXXIX/Tahun ke-IV/Juni/2020
Program "Go Islamic"
FIKES UMMagelang
 
 
Jangan memutuskan sesuatu saat marah
 
 
An Nawawi menjelaskan hal yang sangat menarik bahwa:
 
"Berfatwa saat marah diperbolehkan bagi Rasullullah shallallahu alaihi wa sallam, namun makruh bagi kita. Alasannya karena beliau tidak dikhawatirkan akan salah berfatwa di saat marah. Lain halnya dengan kita" 
 
(Al Fawaidu Al Muntaqah min Syarhi Shahih Muslim no.209 karya Sulthan bin Abdillah Al Umari. Judul edisi Indonesia: Mutiara Pilihan Syarah Shahih Muslim). 
 
 
Nasehat di atas menegaskan bahwa termasuk hal yang kurang disukai (makruh) yaitu memutuskan sesuatu ketika sedang marah. Karena orang yang marah, tengah didominasi oleh emosinya sehingga menjadi sulit untuk melihat sebuah permasalahan secara objektif, jelas dan teliti. 
 
 
Akibatnya, ketika berbicara atau memutuskan sesuatu, akan memiliki kecenderungan banyak salahnya daripada benarnya, banyak ruginya daripada untungnya, dan banyak mudharatnya daripada maslahatnya. 
 
 
Oleh sebab itu, Nabi shallallahu alaihi wa sallam merekomendasikan untuk diam ketika kita marah (HR. Ahmad no.1/239, Shahih). Artinya, dengan diam, maka akan terhindar dari beragam ucapan tidak baik yang timbul ketika marah (Jamiul Ulumi Wal Hikam hal.146 karya Ibnu Rajab Al Hambali). Ucapan tidak baik yang dimaksud dapat berupa: kata - kata kasar atau membuat keputusan yang kurang tepat. 
 
 
Sekali lagi, An Nawawi mengingatkan untuk ekstra berhati - hati saat memutuskan sesuatu. Apalagi saat kondisi marah. Baiknya memang diam dan relaksasi terlebih dahulu sampai emosinya stabil. Setelah itu, baru boleh untuk membahas atau memutuskan sesuatu yang tadi tengah dibahas. Dengan begitu, segala kemungkinan negatif sebagai dampak dari keputusan tersebut dapat ditekan seminimal mungkin. 
 
 
Semoga bermanfaat.