Islami Inovatif Kompetitif
 

Banner Situs



Artikel : Makan dan minum dengan tangan kiri

Kajian Online Pekanan 

Pekan ke-3: Seri fiqih
Edisi VIII/Tahun ke-IV/November/2019
Program “Go Islamic”
FIKES UMMagelang
 
Makan dan minum dengan tangan kiri
 
 
Abu Jafar Ath Thabari, penulis Tafsir Ath Thabari, pernah memberikan penjelasan, bahwa:
 
 
Tidak boleh makan dan minum dengan tangan kiri, kecuali bagi orang yang tangan kanannya kesulitan untuk digunakan (Syarah Al Bukhari no.18/27 karya Ibnu Baththal. Maktabah Syamilah). 
 
 
Hal yang sama juga difatwakan oleh Mausuah Al Fiqhiyyah Al Kuwaitiyah no.6/119 dan juga Muhammad bin Shalih Al Ustaimin, Anggota Ulama Kibar, Saudi Arabia. 
 
 
Singkat kata, hukum asal makan/minum dengan tangan kiri adalah tidak boleh, karena menyerupai kebiasaan makan/minumnya setan (HR. Muslim no.2020, Shahih). 
 
 
Namun, jika ada suatu kondisi darurat yang menjadikannya sulit makan/minum dengan tangan kanan, maka dibolehkan makan minum dengan tangan kiri. Dan jika kondisi darurat tersebut hilang, maka kembali ke hukum asal.
 
 
Contoh "kondisi darurat", ketika tangan kanan sakit (misalnya, patah tulang) yang menjadikannya sulit digunakan untuk makan / minum, dan kondisi lain yang semisal. Adapun saat nyetir mobil adalah bukan kondisi darurat, karena masih memungkinkan untuk makan/minum dengan tangan kanan.
 
 
Oleh karena itu, selama tidak ada kondisi darurat, apapun makanan atau minumannya, tetap dengan tangan kanan dalam mengkonsumsinya. 
 
 
Semoga bermanfaat.