Islami Inovatif Kompetitif
 

Banner Situs



Artikel : Mayat Hidup

Kajian Online Pekanan 
Pekan ke-5: Suplemen
Edisi V/Tahun ke-IV/Oktober/2019
Program “Go Islamic”
FIKES UMMagelang

 

Mayat hidup

 

Sekelompok orang Bani Israil sedang melakukan sebuah perjalanan, kemudian sesampai di sebuah kuburan, salah seorang dari mereka menyampaikan sebuah ide:

 

"Bagaimana kalau kita shalat dua rakaat dan berdoa kepada Allah subhaanahu wa taala agar berkenan mengeluarkan salah satu mayat yang kemudian dapat kita tanyai perihal kematian?"

 

Akhirnya, mereka pun melakukannya dan tidak lama setelah itu, Allah subhaanahu wa taala mengabulkannya, yaitu salah satu mayat keluar dari kubur kemudian berkata:

 

"Wahai manusia! Apa yang kalian inginkan dariku? Aku telah meninggal dunia sejak seratus tahun yang lalu, namun tidak reda panasnya kematian hingga sekarang ini. Maka berdoalah kepada Allah subhaanahu wa taala agar Dia mengembalikan keadaanku seperti dahulu kala".

 

(Silsilah Al Ahadits Ash Shahihah:6/1038 no.2926 karya Al Albani)

 

Kisah tersebut kami rangkum dari buku: "Untaian Mutiara Kehidupan Para Salaf: Kisah - Kisah Pilihan Membangun Jiwa" Karya Sholahudin Abu Faiz bin Mudasim, penerbit Pustaka Al Furqon, Gresik Jawa Timur. Kami memilihnya karena keunikannya dan juga, sangat jarang ada kisah shahih tentang mayat hidup, kecuali kisah yang tengah kami baca ini. Allahualam.

 

Dari kisah di atas terdapat beberapa pelajaran yang dapat dipetik, di antaranya:

 

Pertama
Kematian dan peristiwa Alam Kubur, baik itu nikmat ataupun adzab adalah fase yang pasti akan dialami setelah manusia meninggal dunia. Tinggal menunggu waktunya saja.

 

Kedua
Jika kita sedang memiliki hajat, maka berdoalah kepada Allah subhaanahu wa taala di waktu-waktu yang mustajab, supaya peluang terkabulnya semakin besar.

 

Ketiga
Terkadang Allah subhaanahu wa taala mengabulkan doa seorang Hamba dalam waktu yang sangat cepat. Sebaliknya, ada juga sebagian orang yang telah berdoa bertahun-tahun, namun belum kunjung juga dikabulkan. Cepat atau tidaknya pengkabulan doa tergantung dari kebijaksanaan dan pertimbangan khusus dari Allah subhanallahu wa taala.

 

Oleh sebab itu, saat berdoa, hal lain yang perlu dimiliki adalah kesabaran menanti proses pengkabulan. Karena bukanlah hal yang bagus dan etis, ketika berdoa namun meminta terburu-buru untuk dikabulkan.

 

Keempat
Keutamaan untuk melakukan ziarah kubur agar dapat mengingatkan tentang kematian. Karena tidak selamanya manusia akan terus menerus hidup. Suatu hari nanti pasti akan kembali kepada yang telah menciptakannya.

 

Kelima
Tidak ada yang tidak mungkin bagi Allah subhaanahu wa taala. Sebagaimana dalam kisah di atas, hal yang terkadang kita pandang mustahil atau tidak mungkin atau tidak masuk akal sehat, namun, bagi Allah subaahanahu wa taala, hal itu sangat mungkin dapat terwujud.

 

Oleh karena itu, ketika kita memiliki cita-cita atau keinginan tertentu sementara terkadang kita memandang bahwa cita-cita tersebut sepertinya kok tidak mungkin, maka optimislah dan memohonlah dengan sangat serius kepada Allah subhaanahu wa taala. Boleh jadi Allah subhaanahu wa taala akan mengkabulkannya di kemudian hari.

 

Alhamdulillahi rabbil aalamiin dan semoga bermanfaat.