Islami Inovatif Kompetitif
 

Banner Situs



Artikel : Aqidah tentang perjalanan ruh (11): Padang mahsyar - 4

Kajian Online Pekanan 
Pekan ke-1: Seri Aqidah
Edisi XLIX/Tahun ke-III/September/2019
Program “Go Islamic”
FIKES UMMagelang

 

Aqidah tentang perjalanan ruh (11): Padang mahsyar 4

 

Masih melanjutkan edisi lalu, bahwa setelah manusia mendatangi haudh (telaga) dan meminum airnya, kemudian mereka akan menghadapi fase selanjutnya, yaitu fase syafaat.

 

Fase tersebut adalah fase dimana seluruh manusia akan menunggu bantuan yang dapat meringankan urusan mereka di Akhirat.

 

Bila ditinjau dari definisinya, syafaat adalah proses menolong orang lain dengan tujuan untuk memberikan manfaat atau menolak bahaya (Syarah Lumatul Itiqad karya Ibnu Utsaimin). Syafaat hanya milik Allah subhaanahu wa taala dan kelak, Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam yang akan memohon syafaat tersebut bagi umatnya (HR. Bukhari no.6304, Shahih; QS. Az Zumar ayat 44).

 

Adanya syafaat sangatlah penting dan dibutuhkan, karena kelak di Hari Kiamat seluruh manusia akan mengalami kesulitan luar biasa, dimana tidak ada yang bisa menghilangkan hal tersebut kecuali meminta syafaat kepada Allah subhaanahu wa taala (QS. Az Zumar ayat 44), dan tentunya melalui perantara Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam (HR. Bukhari no.6304, Shahih).

 

Dalam hadits di atas dijelaskan bahwa syafaat akan berbentuk doa yang diucapkan oleh Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam, yang isinya agar Allah subhaanahu wa taala dapat segera memberikan kebaikan dan juga meringankan beban manusia di Hari Kiamat.

 

Penjabaran dari "memberikan kebaikan dan juga meringankan beban" di antaranya adalah:

 

1) Agar calon penghuni surga yang sudah berada di luar pintu surga, dapat segera masuk (QS. Az Zumar ayat 73).

 

2) Agar adzab yang diberikan kepada pamannya Nabi shallallaahu alaihi wa sallam, yaitu Abu Thalib, diringankan (QS. Al Muddatsir ayat 48; HR. Bukhari no.1360, Shahih). Karena semasa di dunia, ia membela Nabi shallallahu alaihi wa sallam dari gangguan kaum kafir Quraisy.

 

3) Agar para calon penghuni neraka, tidak jadi dimasukkan ke neraka (HR. Muslim no.948, Shahih).

 

Bersambung...

 

Semoga Allah subhaanahu wa taala memasukkan kita ke dalam golongan manusia yang kelak mendapatkan syafaat-Nya, Aamiin.