Islami Inovatif Kompetitif
 

Banner Situs



Artikel : Rezeki kantong

Kajian Online Pekanan 
Pekan ke-5: Suplemen
Edisi XLVIII/Tahun ke-III/Agustus/2019
Program “Go Islamic”
FIKES UMMagelang
 
 
Rezeki kantong
 
 
Barangkali pernah kita dihadapkan dengan suatu kondisi membutuhkan uang, yang kemudian tiba - tiba saja pas merogoh kantong pakaian, menemukan sejumlah uang dalam jumlah yang bisa dikatakan lumayan. Apa yang telah disebutkan tadi, kami menyebutnya sebagai "rezeki kantong". 
 
 
Meski istilah tersebut kurang begitu familiar, namun begitulah adanya tentang rezeki kantong, yaitu rezeki dalam bentuk uang yang seolah-olah tiba-tiba saja ada di kantong pakaian. Sebenarnya uang tersebut ada dikarenakan -mungkin- karena kita lupa mengambilnya saat pakaian tersebut mau dicuci, sehingga saat menemukannya terkesan uang itu tiba-tiba saja ada saat dibutuhkan, Allahualam.
 
 
Yang menjadi poin penting adalah bukan pada besar uangnya, namun seberapa tanggap kita untuk segera bersyukur saat mendapatkannya.
 
 
Berkaitan dengan konsep syukur, Ibnul Qayyim Al Jauziyyah menjelaskan bahwa:
 
"Syukur adalah menunjukkan adanya nikmat Allah subhaanahu wa taala yang ada pada dirinya. Bersyukur melalui lisan, yaitu berupa pujian (Alhamdulillah, misalnya) dan mengucapkan kesadaran diri bahwa ia telah diberi nikmat. Bersyukur melalui hati, berupa persaksian dan kecintaan kepada Allah subhaanahu wa taala. Bersyukur melalui anggota badan, berupa kepatuhan dan ketaatan kepada Allah subhaanahu wa taala" (Madarijus Salikin no.2/244 karya Ibnul Qayyim Al Jauziyyah).
 
 
Oleh karena itu, rezeki kantong, berapapun jumlahnya, tinggal disyukuri saja. Karena boleh jadi dengan rasa syukur tersebut akan dapat semakin membuka lebar dan menambah pintu rezeki kita yang lain. Karena Allah subhaanahu wa taala berfirman:
 
 
"Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu" (QS. Ibrahim ayat 7).
 
 
Alhamdulillahi rabbil aalamiin.