Islami Inovatif Kompetitif
 

Banner Situs



Artikel : Aqidah tentang perjalanan ruh (10): Padang mahsyar - 3

Kajian Online Pekanan 
Pekan ke-1: Seri Aqidah
Edisi XLIV/Tahun ke-III/Agustus/2019
Program “Go Islamic”
FIKES UMMagelang
 
 
Aqidah tentang perjalanan ruh (10): Padang mahsyar - 3
 
 
Di edisi lalu di seri yang sama, telah disampaikan tentang salah satu peristiwa yang akan terjadi di Padang Mahsyar yaitu, 7 golongan yang mendapatkan naungan Arsy Allah subhaanahu wa taala (HR. Bukhari no.660, Shahih). Namun, ternyata tidak hanya sebatas 7 golongan saja, ada lagi golongan yang juga akan mendapatkan naunganNya, yakni mereka yang memberikan keringanan kepada orang yang berhutang (HR. Muslim no.3006, Shahih).
 
 
Kemudian, di antara peristiwa lainnya yang akan terjadi adalah munculnya telaga (Al Haudh) Rasulullah shallallaahu alaihi wa sallam. Terdapat beberapa hadits-hadits shahih yang memaparkan tentang profil Al Haudh, di antaranya:
 
 
Pertama.
Al Haudh memiliki bentuk kotak persegi empat dan luasnya sejauh perjalanan selama sebulan (HR. Muslim no.2292, Shahih).
 
 
Kedua.
Sumber air Al Haudh adalah sungai Al Kautsar yang berasal dari surga (HR. Muslim no.400, Shahih).
 
 
Ketiga.
Sifat air Al Haudh yaitu airnya lebih putih dari air susu, baunya lebih harum dari minyak wangi misk, dan rasanya lebih manis dari madu (HR. Bukhari no.6208; HR. Muslim no.2301. Semuanya shahih).
 
 
Keempat.
Bilamana mendapatkan kesempatan untuk meminum air telaga tersebut, maka tidak akan merasakan haus selama-lamanya (HR. Bukhari no.6643, Shahih).
 
 
Kelima.
Setiap Nabi akan memiliki telaga sendiri-sendiri, namun Rasulullah shallalaahu alaihi wa sallam berharap semoga telaga beliau yang akan paling banyak didatangi (Silsilah Al Ahadits Ash Shahihah no.1589 karya Al Albani).
 
 
Keenam.
Rasulullah shallalaahu alaihi wa sallam akan menunggu di depan Al Haudh ketika umatnya datang untuk meminum airnya (HR. Bukhari no.6218, 6583, Shahih).
 
 
Ketujuh.
Al Haudh memiliki gayung (sebagai media untuk minum) yang jumlahnya sangat banyak seperti bintang-bintang di langit (HR. Bukhari no.6208, Shahih; Syarah Aqidah Al Wasithiyah no.2/573 karya Ibnu Utsaimin).
 
 
Kedelapan.
Al Haudh menjadi fase yang dilalui sebelum seluruh manusia dihisab (dimintai tanggung pertanggung jawaban) dan ditimbang amalannya, serta sebelum melewati jembatan Ash Shirath (Penjelasan Dr. Rabi bin Hadi Al Madkhali dalam Syarah Aqidatus Salaf).
 
 
Bersambung...
 
 
Semoga Allah subhaanahu wa taala memasukkan kita ke dalam umat Rasulullah shallalaahu alaihi wa sallam, sehingga mendapatkan kesempatan untuk meminum air dari Al Haudh, Aamiin.