Islami Inovatif Kompetitif
 

Banner Situs



Artikel : Aqidah tentang perjalanan ruh (9): Padang mahsyar - 2

Kajian Online Pekanan 
Pekan ke-1: Seri Aqidah
Edisi XL/Tahun ke-III/Juli/2019
Program “Go Islamic”
FIKES UMMagelang

 

Aqidah tentang perjalanan ruh (9): Padang mahsyar - 2

 

Di edisi (8) serial Aqidah, kira-kira 2 bulan yang lalu, telah disampaikan bahwa setelah seluruh manusia tiba di padang mahsyar, lantas matahari-pun didekatkan dalam jarak 1 mil. Sebagai efeknya, keringat para manusia-pun bercucuran dalam kuantitas yang berbeda-beda, sesuai dengan amalnya (HR. Muslim no 2864, Shahih). Semakin baik amalnya, maka akan semakin sedikit keringatnya. Begitu juga sebaliknya, hingga ada sebagian orang yang tenggelam dengan keringatnya sendiri.

 

Waktu itu, kondisi semakin sulit dan kompleks. Kemudian pada akhirnya, Allah subhaanahu wa taala memberikan naungan atau perlindungan, namun ke beberapa golongan saja (HR. Bukhari no.660, Shahih)*, di antaranya:

 

1) Pemimpin yang adil
Yaitu mereka yang diberi amanah untuk mengurusi kepentingan orang banyak dan dapat menjalankannya dengan baik. Mereka juga tetap menjaga prinsip keadilan serta aturan-aturan Allah subhaanahu wa taala.

 

2) Pemuda (termasuk pemudi) yang tumbuh dalam ketaatan
Yaitu mereka yang senantiasa istiqamah berada dalam ketaatan atau hal-hal yang positif, meski banyak godaan sana-sini yang potensial akan menariknya kepada hal yang terlarang.

 

3) Laki-laki yang terpaut hatinya di Masjid
Yaitu mereka yang selalu rindu untuk hadir di masjid atau mushola. Ia senantiasa menanti kapan datangnya shalat sehingga ia bisa hadir, kapan datangnya kajian-kajian Islam sehingga ia bisa menyimaknya. Atau ketika ia safar, ia senantiasa rindu untuk bertamu dan meluangkan sejenak untuk beribadah di Masjid.

 

4) Dua orang yang saling mencintai karena Allah subhaanahu wa taala.
Yaitu mereka yang senantiasa mencintai dan membenci karena-Nya. Suami isteri yang saling mencintai karena Allah subhaanhu wa taala juga termasuk bagian dari golongan ini.

 

5) Seorang laki-laki yang menolak diajak zina oleh wanita ajnabi (bukan mahram).
Yaitu mereka yang takut kepada Allah subhaanahu wa taala karena ajakan perbuatan amoral dari lawan jenis.

 

Faedah lainnya adalah, semestinya para lelaki memiliki ketangguhan untuk tidak gampang tergoda dengan bujuk rayu wanita ajnabi. Begitu juga sebaliknya bagi wanita, agar selalu "menutup pintu" yang dapat mengantarkan kepada perbuatan yang tidak-tidak dengan lelaki ajnabi.

 

6) Seorang yang bersedekah dengan sembunyi-sembunyi
Yaitu mereka yang ketika sedekah, berusaha menyembunyikannya, karena hal ini akan lebih menjaga keikhlasan.

 

Namun dalam konteks tertentu, menampakkan sedekah jika ada keperluan adalah tidak apa-apa, misalnya untuk memotivasi. Hanya saja, jika dengan menampakkan sedekah kita akan semakin mudah riya, maka menyembunyikannya tentu akan sangat lebih baik.

 

Sebenarnya, diri kita sendirilah yang lebih paham akan hati atau niat kita, sehingga dalam kondisi apa kita harus menampakkan atau menyembunyikan sedekah, kita-lah yang lebih tahu.

 

7) Seorang yang mengingat Allah subhaanahu wa taala dalam keadaan sendiri, lalu ia menangis.
Yaitu mereka yang meluangkan waktu untuk mengingat-Nya, baik dengan berdzikir atau dengan amal lainnya, sehingga ia menangis. Barangkali ia menangis karena menyadari dirinya banyak dosa atau tidak memiliki amal yang banyak.

 

Faedah lain dari poin ini adalah, adakalanya dalam beberapa waktu kita perlu punya jadwal "Islamic me time**", untuk sekedar mengevaluasi sudah seberapa baik kita hari ini dan hari yang lalu, apakah ada kemajuan amal atau malah ada kemunduran amal, dan sebagainya (Majmu fatawa karya Ibnu Taimiyyah).

 

Bersambung...

 

Semoga Allah subhaanahu wa taala memasukkan kita ke salah satu atau semua golongan yang telah disebutkan, Aamiin.

 

Footnote: 
*Penjelasan dari masing-masing golongan di atas, sebagiannya dirangkum dari makalah Dr. Amin bin Abdullah As Syaqawi yang dapat diunduh di website Islamhouse:

 

https://www.google.com/url?sa=t&source=web&rct=j&url=https://d1.islamhouse.com/data/id/ih_articles/single/id_seven_izlhm_in_which_allah_shaqy.pdf&ved=2ahUKEwiwyJLkmZbjAhVJqo8KHcwjA6EQFjAAegQIAhAB&usg=AOvVaw0ktFnyy_cmKssDW9p6vcaj

 

**Me time adalah meluangkan waktu untuk menyendiri dan santai sejenak, sekalian dengan melakukan hal-hal yang bersifat pribadi.

 

https://www.google.com/amp/s/www.macmillandictionary.com/amp/dictionary/british/me-time

 

Jika ditambahkan istilah "Islamic", maka bermakna melakukan suatu aktifitas pribadi yang bernilai ibadah, misalnya bertaubat, mengevaluasi amal ibadah, dan lain-lain.