Islami Inovatif Kompetitif
 

Banner Situs



Artikel : Aqidah tentang perjalanan ruh (8): Padang mahsyar - 1

Kajian Online Pekanan 
Pekan Ke-1: Seri Aqidah
Edisi XXXI/Tahun ke-III/Mei/2019
Program “Go Islamic”
FIKES UMMagelang

 

Aqidah tentang perjalanan ruh (8): Padang mahsyar - 1

 

Setelah melalui perjalanan yang begitu panjang, akhirnya sampailah seluruh manusia di padang mahsyar, yaitu sebuah tempat yang digambarkan seperti tanah putih bersih yang tidak memiliki tanda-tanda pernah dihuni sebelumnya (HR. Bukhari no.6521, Shahih; Syarah Lumatul Itiqad karya Dr. Shalih Al Fauzan).

 

Di padang mahsyar tersebut, seluruh manusia dari zaman Nabi Adam alaihissallam hingga manusia paling terakhir akan dikumpulkan. Mereka akan berdiri dalam keadaan tidak beralas kaki, tanpa pakaian dan tidak berkhitan. Mereka juga merasakan cemas atau kuatir akan keadaan mereka nanti (Tafsir Al Quran Al Azhim no.14/281 karya Ibnu Katsir).

 

Aisyah radhiyallahu anha pernah bertanya: "Apakah manusia akan saling melihat satu sama lain, karena mereka dikumpulkan dalam keadaan tanpa berpakaian sama sekali?" Nabi shallallaahu alaihi wa sallam menjawab bahwa, mereka tidak sempat lagi saling memandang, karena sudah sibuk dengan urusannya masing-masing (HR. Muslim no.2859, Shahih).

 

Di padang mahsyar, mereka juga akan menanti keputusan Allah subhaanahu wa taala tentang keadaan diri mereka, apakah akan masuk surga atau neraka. Mereka akan menanti selama 40 tahun dengan berdiri seraya memandang ke langit. Hal yang menarik adalah 1 hari di padang mahsyar setara dengan 50 ribu tahun di bumi (QS. Al Maarij ayat 4; HR. Muslim no.987, Shahih; Shahih At Targhib 3/418 no.3591 karya Al Albani).

 

Selain itu, matahari juga akan didekatkan dalam jarak 1 mil (HR. Muslim no.2864, Shahih). Maksud, 1 mil di sini bisa dalam artian 1 mil jarak (yaitu 2,5 kilometer), atau 1 mil dalam artian sepanjang celak mata (Syarah Al Aqidah Al Wasithiyyah karya Ibnu Utsaimin). Di referensi yang sama, Ibnu Utsaimin menjelaskan bahwa manusia nantinya akan lebih kuat dan lebih memiliki daya tahan ketika di padang mahsyar. Karena mereka akan mampu menanti keputusan Allah subhaanahu wa taala dengan berdiri selama ribuan tahun, tanpa makan dan minum.

 

Pada saat matahari didekatkan, seluruh manusia akan berkeringat dan kondisi keringat tersebut akan berbeda-beda sesuai kadar dosa. Semakin banyak dosanya, maka akan semakin banyak pula keringatnya. Bahkan ada yang sampai tenggelam dengan keringatnya sendiri (Shahih At Targhib wa At Tarhib no.3588 karya Al Albani).

 

Dalam kondisi matahari di dekatkan dan semakin panas, Allah subhaanahu wa taala kemudian memberikan naungan namun hanya kepada 7 kelompok (HR. Bukhari no.660, Shahih). Maksud "naungan" tersebut adalah mendapatkan perlindungan dari Arsy atau Istana Allah subhaanahu wa taala (Fathul Baari Syarah Shahih Bukhari no.2:144 karya Ibnu Hajar Al Asqalani). Adapun, kelompok yang mendapatkan naungan tersebut di antaranya adalah...

 

Bersambung.

 

Semoga Allah subhaanahu wa taala memudahkan urusan kita di padang mahsyar nanti, Aamiin.