Islami Inovatif Kompetitif
 

Banner Situs



Artikel : Aqidah tentang perjalanan ruh (7): Perjalanan menuju Padang Mahsyar

Kajian Online Pekanan 
Pekan Ke-1: Seri Aqidah
Edisi XXVII/Tahun ke-III/April/2019
Program “Go Islamic”
FIKES UMMagelang

 

Aqidah tentang perjalanan ruh (7): Perjalanan menuju Padang Mahsyar

 

Setelah jasad dan ruh kembali terintegrasikan jadi satu, dan manusia dibangkitkan dalam kondisi tanpa alas kaki, tanpa pakaian, serta belum dikhitan (HR. Bukhari no.3349. Shahih), mereka pun kemudian berlarian kesana kemari, hingga diumpamakan seperti laron yang beterbangan tanpa memiliki tujuan yang jelas (QS. Al Maarij ayat 43 - 44; QS. Al Qariah ayat 4).

 

Di tengah kondisi kepanikan yang luar biasa saat itu, Allah subhaanallahu wa taala kemudian memunculkan sebuah api yang kemudian akan menuntun serta mengarahkan mereka untuk berjalan bersama-sama menuju padang Mahsyar.

 

Permasalahan tentang api ini tengah menjadi perbedaan di kalangan Ahli Ilmu. Sebagian mereka mengatakan bahwa api tersebut akan menuntun manusia ke suatu tempat di Syam* sebelum Hari Kiamat tiba (Fathul Baari no.11/387 karya Ibnu Hajar Al Asqalani). Namun, yang lain mengatakan bahwa hal tersebut akan terjadi setelah Hari Kiamat, yaitu setelah manusia dibangkitkan (Al Yawm Al Akhir Fi Al Quran halaman 226 karya Dr. Abdul Muhsin).

 

Salah satu dari pendapat tersebut boleh jadi ada benar. Atau bisa saja memang akan ada dua jenis api yang akan muncul, yaitu sebelum Hari Kiamat dan sesudah Hari Kiamat, tepatnya setelah manusia dibangkitkan. Allahualam.

 

Kemudian, terdapat dalil bahwa setelah manusia dibangkitkan, mereka akan diberi pakaian, dan orang yang pertama mendapatkannya adalah Nabi Ibrahim alaihissalam (HR. Bukhari no.4371. Shahih). Kemudian disusul yang lainnya hingga semua manusia berpakaian.

 

Pakaian yang kelak akan diberikan adalah pakaian yang dikenakan saat mayat tersebut meninggal dunia (Shahih At Targhib Wa At Targhib no.3575 karya Al Albani). Oleh sebab itu, saat kita mengurusi jenazah, diperintahkan agar  memberikan kain kafan terbaik kepada mayat, karena kain tersebut akan digunakan kembali setelah si mayat dibangkitkan kelak (Fathul Baari no.11/383 karya Ibnu Hajar Al Asqalani).

 

Lalu, seluruh manusia akan mulai bergerak menuju Padang Mahsyar melalui beragam teknis perjalanan, yaitu: Ada yang berjalan, ada yang berkendaraan, bahkan ada yang diseret atau berjalan telungkup di atas wajahnya (Shahih At Targhib Wa At Targhib no.3582 karya Al Albani). Mereka yang berjalan telungkup di atas wajahnya adalah orang-orang yang meninggal dunia dalam keadaan tidak beragama Islam (HR. Bukhari no.6042, HR. Muslim no.5020. Shahih).

 

Lama perjalanan yang akan mereka tempuh yaitu selama hitungan 50 ribu tahun (Laila Baina Al Jannah Wa An Nar halaman 15 karya Dr. Khalid Abu Syadi). Walhasil, cepat atau lambat mereka akan sampai.

 

Akhirnya, setelah mereka sampai di Padang Mahsyar, peristiwa pun berlanjut dengan...

 

Bersambung.

 

Catatan tambahan:
Syam adalah gabungan dari beberapa negara berikut: Libanon, Palestina, Yordania, dan Suriah.

 

https://id.m.wikipedia.org/wiki/Syam