Islami Inovatif Kompetitif
 

Banner Situs



Artikel : Aqidah tentang perjalanan ruh (6): Sebuah akhir dan sebuah awal

Kajian Online Pekanan 
Pekan Ke-1: Seri Aqidah
Edisi XXIII/Tahun ke-III/Maret/2019
Program “Go Islamic”
FIKES UMMagelang

 

Aqidah tentang perjalanan ruh (6): Sebuah akhir dan sebuah awal

 

Setelah penantian panjang di Alam Barzakh selesai, kemudian Allah subhaanahu wa taala menegakkan Hari Kiamat, yang diawali dengan tiupan Ash Shuur¹ oleh Malaikat².

 

Dalam beberapa literatur yang shahih, posisi Ash Shuur tersebut sudah berada di mulut Malaikat, dan tinggal menunggu perintah ditiup saja. Atas alasan itu, Malaikat yang diberi mandat untuk meniupnya selalu melihat ke atas, yaitu ke Arsy (Istana Allah subhanallahu wa taala) untuk menanti sekaligus memastikan bahwa perintah yang dimaksud tidak terlewatkan. Satu hal lagi yang menakjubkan, bahwa Malaikat tersebut memiliki mata yang indah seperti bintang yang bersinar (Silsilah Al Ahadits Ash Shahihah no.10781079 karya Al Albani).

 

Kemudian, dalam sebuah waktu tertentu, akhirnya Allah subhaanahu wa taala memerintahkan Malaikat untuk meniup Ash Shuur sebanyak dua kali (QS. An Naziat ayat 6 - 7; Tafsir Al Quran Al Azhim no.8/315 karya Ibnu Katsir; HR.Bukhari no.4935. Shahih), dan setiap tiupan menimbulkan efek yang berbeda-beda sebagaimana penjelasan di bawah ini, di antaranya:

 

Tiupan pertama. 
Tiupan ini akan menyebabkan seluruh manusia menjadi kaget, panik, dan meninggal dunia. Jagad raya dengan seluruh tatanannya juga turut tergoncang, saling bertabrakan dan hancur (QS. An Naml ayat 87; QS. Az Zumar ayat 68; QS. An Naziat ayat 6 - 7).

 

Setelah semuanya selesai, kemudian Allah subhanallahu wa taala menurunkan hujan sebagai media kebangkitan manusia (QS. Az Zukhruf ayat 11; HR. Muslim no.5233. Shahih). Saat itu, manusia akan ditumbuhkan kembali dari tulang ekornya (coccyx atau tailbone), dimana tulang tersebut adalah satu-satunya organ tubuh yang tidak akan hancur saat manusia wafat hingga Hari Kiamat tiba. Di antara hikmahnya adalah karena Allah subhaanahu wa taala akan membangkitkan manusia dari tulang tersebut (HR. Bukhari no.4554; Muslim no.5253; Shahih).

 

Sesudah pembentukan jasad manusia selesai dengan sempurna dan masih dengan kondisi tanpa ruh, kemudian...

 

Tiupan kedua.
Allah subhaanahu wa taala memerintahkan Malaikat untuk kembali meniupkan Ash Shuur yang kedua kalinya, yang menyebabkan ruh kembali ke jasadnya masing-masing, kemudian diikuti dengan bangkit dan aktifnya kembali seluruh manusia. Serangkaian proses di atas dikenal dengan istilah fase Yaumul Bats (Yaumul Akhir no.2/51 karya Dr. Umar Sulaiman Al Asyqar).

 

Menarik untuk diketahui bahwa, dua tiupan Ash Shuur tersebut akan berjarak selama 40. Hanya saja, 40 tahun atau 40 bulan atau 40 apa, Allah subhaanahu wa taala yang lebih mengetahui. Karena tidak ada keterangan yang jelas lagi detail, baik dari hadits shahih atau referensi lain (HR. Bukhari no.4935. Shahih; Fathul Baari no.11/370 karya Ibnu Hajar Al Asqalani).

 

Nanti ketika manusia sudah dibangkitkan, mereka dalam kondisi tanpa alas kaki, tanpa pakaian, dan belum dikhitan (HR. Bukhari no.3349. Shahih). Karena kebingungan, mereka pun kemudian berlarian kesana kemari, hingga diumpamakan seperti laron yang beterbangan tanpa memiliki tujuan yang jelas (QS. Al Maarij ayat 43 - 44; QS. Al Qariah ayat 4).

 

Akhirnya,  di tengah - tengah kondisi kepanikan yang luar biasa saat itu, Allah subhaanallahu wa taala kemudian memunculkan sebuah api, yang akan menuntun serta mengarahkan mereka untuk berjalan bersama - sama menuju...

 

Bersambung.

 

Footnote:

¹Sejenis tanduk raksasa yang akan ditiup oleh Malaikat (Al Jami Ash Shahih no.6/113-114 karya Muqbil bin Hadi Al Wadi). Sebagian orang akrab mengenal alat tersebut dengan nama: Sangkakala.

 

²Malaikat ini dikenal dengan nama Israfil. Namun, penamaan tersebut sebatas populer saja. Karena tidak ada dalil shahih yang mendukungnya (Dr. Abdul Muhsin Al Abbad Al Badr, Professor di Universitas Islam Madinah).