Islami Inovatif Kompetitif
 

Banner Situs



Artikel : Aqidah tentang perjalanan ruh (5): Sinopsis episode 1 - 4

Kajian Online Pekanan 
Pekan Ke-1: Seri Aqidah 
Edisi XIX/Tahun ke-III/Februari/2019
Program “Go Islamic” 
FIKES UMMagelang

 

Aqidah tentang perjalanan ruh (5): Sinopsis episode 1 - 4

 

Sebelum dilanjutkan ke episode selanjutnya tentang perjalanan ruh melewati berbagai fase di Hari Kiamat, berikut disampaikan sinopsis materi episode 1 - 4 sebagai an act of recalling, yaitu:

 

Setelah memasuki fase kematian, ruh manusia akan menempuh sebuah perjalanan yang panjang di Alam Barzakh. Hal ini diawali dengan dibawanya ruh oleh Malaikat ke langit. Bila ruh tersebut seorang Mukmin, maka akan dibawa hingga langit ke-7 dan mendapat sambutan baik dari Allah subhaanahu wa taala. Namun bila ruh tersebut seorang kafir, maka hanya akan dibawa hingga langit dunia, yang kemudian dikembalikan lagi ke jasadnya di bumi.

 

Setelah itu, ruh seorang Mukmin atau kafir, akan didudukkan oleh Malaikat Al Munkar dan An Nakir yang keduanya berbadan hitam dan bermata biru (HR. Ibnu Abi Ashim dalam As Sunnah no.864, dan dihasankan oleh Al Albani dalam Takhrij Misykatul Mashabih no.1/131).

 

Kemudian, Malaikat tersebut bertanya beberapa hal yaitu: "Siapa Rabbmu? Apa agamamu? Siapa lelaki yang diutus ke tengah kalian?". Dalam riwayat yang shahih, ada tambahan pertanyaan: "Apa amalmu?".

 

Jika semua pertanyaan dapat dijawab dengan benar, maka ruh akan mendapatkan nikmat kubur. Namun bila salah, maka akan mendapatkan perlakuan khusus sebagaimana yang dialami oleh orang-orang kafir dan munafik.

 

Satu hal yang perlu menjadi atensi bahwa, lancar atau tidaknya menjawab pertanyaan-pertanyaan tadi, ditentukan oleh seberapa besar keimanan seseorang (QS. Ibrahim ayat 27 dan penjelasan Ibnu Katsir dalam tafsir ayat tersebut). Singkatnya, apabila wafat dalam keadaan Mukmin, maka harapannya, semoga dimudahkan dalam menjawab pertanyaan Malaikat. Akan tetapi, apabila wafat dalam keadaan kafir, maka ya sudah, cukup jelas kondisinya akan seperti apa.

 

Sesudah sesi tanya jawab, maka para ruh akan mendapatkan nikmat dan atau juga adzab. Nikmat akan didapatkan bagi mereka yang meninggal dalam keadaan mukmin dan benar dalam menjawab pertanyaan Malaikat tadi.

 

Sementara itu, adzab akan diberikan baik kepada kepada orang kafir, munafik dan juga orang mukmin yang masih membawa dosa yang belum sempat ditaubati. Adzab tersebut sifatnya ada yang terus-menerus dan ada yang hanya sementara waktu, tergantung kebijaksanaan dari Allah subhaanahu wa taala.

 

Kemudian, dalam hadits yang shahih dijelaskan bahwa jika seorang Mukmin sudah berada di Alam Barzakh, maka ia akan mendapatkan sejumlah kenikmatan, di antaranya: akan dilihatkan tempatnya di surga, diluaskan kuburnya sejauh mata memandang, dan diterangkan kuburnya dengan cahaya khusus. Menariknya, ia juga akan berharap agar Hari Kiamat segera ditegakkan, karena sudah rindu ingin ngumpul dengan keluarganya.

 

Sementara itu, keadaan orang-orang kafir sangat berbeda secara signifikan, yaitu penuh kesengsaraan. Mereka akan terus disiksa di Alam Barzakh dan juga, tidak akan mendapatkan nikmat Kubur. Saking takutnya, mereka sampai berharap agar Hari Kiamat tidak ditegakkan, karena hal itu akan menjadi awal duka nestapa bagi mereka. Di lain sisi, mereka sudah mengetahui kalau akan dimasukkan ke Neraka selama-lamanya (QS. Al Bayyinah ayat 6).

 

Singkat cerita, para ruh, baik ia Mukmin atau kafir akan berada dalam sebuah penantian panjang di Alam Barzakh hingga Hari Kiamat tiba. Tidak ada manusia yang tahu akan berapa lama penantian tersebut. Sebagai contoh:

 

Sahabat Nabi shallallaahu alaihi wa sallam seperti Abu Bakar, Umar, Utsman dan Ali radhiyallahu anhuma, sudah berada di Alam Barzakh selama ribuan tahun, dan hingga hari ini, mereka juga masih berada di sana. Belum lagi orang-orang shalih yang telah wafat sebelum para Sahabat tadi, bisa jadi sudah ratusan ribu tahun berada di Alam Barzakh, hanya Allah subhaanahu wa taala yeng memiliki ilmu akan hal ini.

 

Rasionalnya, semakin lama datangnya Hari Kiamat, maka otomatis para ruh tersebut juga akan semakin bertambah lama pula penantiannya di Alam Barzakh.

 

Bilamana dalam penantian itu dipenuhi dengan berbagai kenikmatan, maka sudah barang tentu akan menjadi sebuah penantian panjang nan membahagiakan. Namun, bilamana penantian tersebut diselingi dengan siksaan, apalagi jika berlangsung terus-menerus, maka sudah barang tentu akan menjadi sebuah penantian panjang nan menyedihkan.

 

Alhasil, yang sangat penting dan menjadi kebutuhan kita saat ini adalah bagaimana caranya agar kelak bisa mendapatkan nikmat kubur dan terhindar secara sempurna dari adzab kubur. Dan di antara cara yang dapat ditempuh adalah, senantiasa berusaha mempertebal keimanan melalui banyak beramal shalih, yaitu beramal yang ikhlas karena Allah subhaanahu wa taala dan sesuai sunnah yang shahih.

 

Akhir kalimat, semoga kita senantiasa menumbuhkan harapan, agar Allah subhaanahu wa taala menganugerahkan akhir yang baik bagi kehidupan kita sebagai sebagai seorang Mukmin, dan juga dalam keadaan husnul khatimah, Aamiin.

 

Catatan tambahan:
Sebagian dalil-dalil shahih dari tulisan ini ada di empat episode sebelumnya di seri yang sama.