Islami Inovatif Kompetitif
 

Banner Situs



Artikel : Aqidah tentang perjalanan ruh (2)

Kajian Online Pekanan
Pekan ke-1: Seri Aqidah 
Edisi V/Tahun ke-III/November/2018
Program “Go Islamic”
FIKES UMMagelang

 

Aqidah tentang perjalanan ruh (2)

 

Di seri Aqidah edisi yang lalu telah disampaikan perjalanan ruh seorang muslim apabila ia telah meninggal dunia. Berikutnya adalah yang akan terjadi apabila ia bukan seorang muslim:

 

Jika seorang non-muslim dalam keadaan sakaratul maut, maka datang para Malaikat yang bengis, berwajah hitam, serta membawa masuh (sejenis kain yang ngga nyaman dipakai). Tidak berselang lama, datang Malaikat Maut yang langsung duduk di samping si mayat sembari mengatakan:

"Wahai jiwa yang buruk, keluarlah menuju murka Allah".

 

Mendengar ucapan tadi, ruh ketakutan dan terpencar ke seluruh tubuh si mayit. Malaikat Maut-pun langsung mencabut ruh yang  karenanya membuat pembuluh darah serta tulang-tulangnya rusak.

 

Setelah itu, para malaikat yang membawa masuh membungkus dan membawa ruh tersebu menuju langit dunia (langit yang biasa kita lihat sehari-hari). Sebenarnya mereka akan membawanya hingga langit ke-7 sebagaimana yang dialami oleh ruh seorang muslim. Namun, baru sampai langit dunia, para Malaikat penjaga langit ngga mau membukakan pintu.

 

Bahkan saat itu juga, Allah subhaanahu wa taala berfirman: 
"Tulis catatan amalnya di Sijjin (kitab yang isinya catatan orang-orang yang durhaka) di bumi yang paling dasar. Kembalikan hamba-Ku ke bumi, karena Aku telah menjanjikan bahwa dari bumi Aku ciptakan mereka, ke bumi aku kembalikan, dan dari bumi aku bangkitkan mereka untuk yang ke dua kalinya".

 

Akhirnya, ruh tersebut dilemparkan begitu saja hingga masuk ke jasadnya, dan ia-pun mulai bisa mendengar suara sandal orang-orang yang mengantarkannya ke kuburan kembali pulang.

 

Kisah pun berlanjut dengan kedatangan Fattan (Malaikat penguji di alam kubur) yang berjumlah dua orang. Mereka menggertak, mendudukkan, dan menanyai si mayit tiga hal: Siapa Rabbmu? Apa agamamu? Siapa orang yang diutus di tengah kalian?

 

Sayang sekali, semua pertanyaan tersebut dijawab: "Saya tidak tahu, saya cuma mendengar orang-orang bilang seperti itu".

 

Malaikat pun menambahi: "Kamu tidak tahu dan tidak mau tahu". Kalimat "tidak mau tahu" menunjukkan bahwa pada dasarnya orang non-muslim mengetahui seruan dakwah Islam, hanya saja mereka cuek. Sehingga sangat logis jika...

 

Tiba tiba ada suara dari atas: "Hamba-Ku dusta, bentangkan untuknya neraka, dan bukakan pintu neraka untuknya". Dikatakan "dusta" karena mereka pada asalnya "tahu", namun mengatakan "tidak tahu" sebagaimana penjelasan sebelumnya.

 

Lantas si mayit tadi mendapatkan panas dan racun dari neraka, kuburnya disempitkan hingga tulang-tulangnya rusak berserakan. Belum cukup dengan itu, lalu didatangkan orang yang berwajah buruk, berbaju jelek, dan berbau bangkai dimana ia adalah perwujudan dari amal buruknya selama di dunia.

 

Orang tadi mengatakan:
"Aku adalah amalmu yang jelek. Demi Allah, aku tidak mengetahui kamu melainkan sebagai orang yang lambat untuk mentaati Allah, namun sangat bersegera dalam bermaksiat kepada Allah. Semoga Allah membalasmu dengan kejelekan".

 

Kemudian ia diserahkan kepada makhluk yang buta, tuli, bisu yang membawa alat pemukul. Ia-pun memukul si mayit tersebut hingga hancur menjadi debu. Kemudian Allah jadikan ia utuh lagi, dipukul lagi hingga jadi debu, utuh lagi dan seterusnya seperti itu, hingga waktu yang Allah tentukan.

 

Karena saking sakitnya, si Mayat tadi berteriak dengan sangat keras hingga suaranya dapat didengar oleh semua makhluk, kecuali jin dan manusia. Lalu, dibukakan serta disiapkan neraka untuknya, dan pada akhirnya ia memohon" Yaa Rabb, jangan Engkau tegakkan Hari Kiamat".

 

(Diringkas dengan adaptasi bahasa dari: HR. Ahmad no.18543,17803, dan Abu Daud no.4753. Al Albani menshahihkan hadits tersebut dalam Shahih Al Jaami Ash Shaghir no.1676. Dalam Ahkamul Janaiz, Al Albani juga menshahihkan hadits-hadits seputar alam kubur).

 

Dari penjelasan di atas, dapat disimpulkan bahwa apabila seorang non-muslim meninggal dunia, maka ia akan mengalami berbagai macam fitnah kubur yang menyakitkan.

 

Juga terdapat ibrah, bahwa sebenarnya tidak ada ruh gentayangan dalam Islam. Karena setelah meninggal dunia, ruh akan berada di Alam Barzakh dan mustahil bisa kembali lagi ke alam dunia (Fatwa Majelis Tarjih Muhammadiyah, dimuat di majalah Suara Muhammadiyah no.6 tahun 2010). Adapun yang menjelma menjadi seperti si mayit ketika masih hidup adalah jin atau setan.

 

Begitu juga, tidak ada mati suri dalam Islam (Ustadz Dzulqarnain bin Muhammad Sunusi asal Makassar. Beliau adalah salah satu murid Dr. Shalih Al Fauzan, anggota Haiah Kibaril Ulama, Saudi Arabia).

 

Semoga Allah subhaanahu wa taala menyelamatkan kita dari fitnah-fitnah di alam kubur, Aamiin.