Islami Inovatif Kompetitif
 

Banner Situs



Artikel : Hidupkan atau matikan?

Kajian Online Pekanan
Pekan ke-4: Seri Adab dan Tazkiyatun Nufus 
Edisi IV/Tahun ke-III/Oktober/2018
Program “Go Islamic”
FIKES UMMagelang

 

Hidupkan atau matikan?

 

Berkaitan dengan adab sebelum tidur, khususnya bab menghidupkan atau mematikan sumber cahaya, terdapat sejumlah literatur dari hadits shahih dan fatwa ulama berikut ini:

 

"Api ini adalah musuh kalian. Jika kalian tidur, padamkanlah api" (HR. Bukhari no.6293; Muslim no.2016. Shahih).

 

"Jangan biarkan api di rumah kalian (menyala) ketika kalian sedang tidur" (HR. Bukhari no.6293; Muslim no.2015. Shahih).

 

Ibnu Utsaimin, pakar fiqih dari Saudi Arabia, menjelaskan:
"Hadits di atas berlaku jika penerangannya masih menggunakan api, karena untuk mencegah kebakaran. Adapun di zaman sekarang yang sudah menggunakan lampu listrik, maka tidak masalah jika tetap dihidupkan saat akan tidur" (Syarah Riyadhus Shalihin no.6:390 karya Ibnu Utsaimin).

 

Lajnah Daimah, sejenis MUI di Saudi Arabia, juga memberikan fatwa yang lebih spesifik:
"Perintah mematikan api saat akan tidur dalam hadits tersebut, bersifat anjuran atau sunnah atau tidak mencapai level wajib" (Fatawa Lajnah Daimah no.26/317).

 

Berdasarkan penjelasan di atas, maka dapat disimpulkan bahwa sumber penerangan yang disunnahkan untuk dipadamkan sebelum tidur hanya yang berbasis api. Hal ini untuk mencegah timbulnya kebakaran. Sementara lampu listrik tidak termasuk perbincangan di dalamnya,  sehingga kurang pas jika menggunakan dalil tersebut untuk merekomendasikan memadamkan lampu sebelum tidur.

 

Meskipun begitu, terdapat beberapa referensi menarik dari aspek kesehatan seputar lampu, di antaranya:

 

Pertama. 
American Cancer Society tahun 2017 menjelaskan bahwa, sinar Ultra Violet (UV) yang diketahui dapat meningkatkan resiko kanker kulit, ternyata tidak hanya bersumber dari sinar matahari saja, namun juga dari lampu. Maka, disarankan mengurangi paparan lampu bila memungkinkan (misalnya, saat akan tidur). Dan juga, menghindari atau mengurangi paparan sinar matahari dari jam 10 pagi - 4 sore, karena pada waktu tersebut proyeksi sinar UV sedang menguat¹.

 

Kedua. 
Pigmen eumelanin (sejenis melanin di epidermis kulit) yang dapat memproteksi efek negatif UV, akan menurun produksinya ketika kulit terlalu sering kontak dengan cahaya lampu². Atas alasan ini, cukup logis jika memadamkan lampu sebelum tidur adalah dianjurkan, karena untuk meningkatkan sekresi eumelanin dimana ia akan memuncak di tengah malam.

 

Ketiga. 
Paparan sinar lampu menjadi salah satu etiologi kanker³. Systematic review tahun 2018 menyimpulkan bahwa, bekerja pada shift malam (termasuk nurses) dalam jangka waktu tertentu dapat meningkatkan resiko kanker payudara, pencernaan, kulit, dan paru-paru⁴.

 

Oleh karena itu, rasanya sangat penting untuk meningkatkan perlindungan diri terhadap kanker sedini mungkin secara bertahap, melalui: 1) membatasi paparan dengan lampu, 2) menghindari atau mengurangi aktifitas di bawah terik matahari antara jam 10 pagi - 4 sore, dan 3) konsisten mengkonsumsi makanan sehat tinggi serat dan antioksidan seperti buah dan sayur yang secara ilmiah dapat memproteksi dari kanker5.

 

Kesimpulannya, disunnahkan memadamkan penerangan yang berbasis api sebelum tidur. Adapun lampu listrik, maka dapat dibatasi penggunaannya kecuali dalam aktifitas tertentu yang memang mau ngga mau harus make lampu.

 

Alhamdulillahi rabbil aalamiin.

 

Referensi:
¹https://www.cancer.org/cancer/skin-cancer/prevention-and-early-detection/what-is-uv-radiation.html.

²https://www.sciencedirect.com/science/article/pii/S0306987710001222?via%3Dihub

³http://journal.waocp.org/article_40505.html

⁴http://cebp.aacrjournals.org/content/27/1/25.long

5http://www.japtr.org/article.asp?issn=2231-4040;year=2012;volume=3;issue=1;spage=16;epage=24;aulast=Pal