Islami Inovatif Kompetitif
 

Banner Situs



Artikel : Aqidah tentang prinsip hidup

Kajian Online Pekanan
Pekan ke-1: Seri Aqidah
Edisi XLIV/Tahun ke-II/Agustus/2018
Program “Go Islamic”
FIKES UMMagelang

 

Aqidah tentang prinsip hidup

 

Dr. Ahmad bin Hamd Al Jailani*, pernah mengatakan yang artinya:

 

Anda harus punya keyakinan bahwa apa yang Allah kehendaki untuk diri Anda, itu lebih baik daripada apa yang Anda kehendaki untuk diri Anda sendiri. Jadikanlah hal ini sebagai prinsip keseharian hidup Anda.

 

Selesai.

 

Terdapat beberapa pelajaran penting dari ucapan beliau, di antaranya:

 

Pertama. 
Sudah semestinya seorang muslim memiliki prinsip hidup yang dengannya mampu membimbing serta mengarahkan kehidupan supaya menjadi semakin lurus, istiqamah, dan produktif dari hari ke hari.

 

Kedua.
Sesuatu yang kita inginkan dari perkara dunia, apapun bentuknya, adalah belum tentu juga sama-sama diinginkan oleh Allah subhaanahu wa taala.

 

Allah subhaanahu wa taala sangat mengetahui mana yang terbaik untuk hambaNya. Sekalipun kita sudah mengejar dan mempertahankannya sekuat tenaga, akan tetapi jika Allah subhaanahu wa taala menginginkan hal tersebut tidak terjadi, maka tidak ada daya dan upaya yang dapat mencegah keputusanNya.

 

Ketiga.
Urgensi untuk ikhtiar dan tawakal yang maksimal dalam rangka berusaha meraih kebaikan atau cita-cita di dunia dan akhirat.

 

Seorang muslim juga tidak semestinya terlalu memikirkan nanti hasilnya bagaimana dan bagaimana. Cukup lakukan saja bagian yang kita mampu, sisanya serahkan sepenuhnya dengan ikhlas kepada Allah subhaanahu wa taala. Karena..."Barangsiapa yang bertawakal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya” (QS. Ath-Thalaq ayat 3).

 

Maksudnya, seorang muslim yang benar-benar bertawakal, maka ia akan dicukupkan atau diselamatkan atau dibantu oleh Allah subhaanahu wa taala supaya bisa terlepas dari berbagai cobaan atau permasalahan yang berpotensi menyempitkan kehidupannya (Penjelasan ucapan Ar Rabi bin Khutsaim dalam Hadits Shahih Riwayat Bukhari bab Tawakal 11/311).

 

Alhamdulillahi rabbil aalamiin.

 

Catatan:
* Beliau adalah salah satu Anggota Badan Penanggulangan Teroris di Saudi Arabia. Beliau pernah hadir memberikan ceramah di Yogyakarta tahun 2013, yang mana penerjemahnya adalah Ust. Rizal Yuliar Putrananda, Lc yang pernah hadir di FIKES pada bulan Januari 2018 yang lalu.