Islami Inovatif Kompetitif
 

Banner Situs



Artikel : Tidak setiap yang ditampakkan adalah riya

Kajian Online Pekanan
Spesial bulan Syawal
Edisi XLI/Tahun ke-II/Juli/2018
Program “Go Islamic” 
FIKES UMMagelang
 
Tidak setiap yang ditampakkan adalah riya
 
 
Muhammad Shalih Al Munajjid¹ pernah mengatakan yang artinya:
 
 
Selama ada maslahat syari dalam menampakkan amal shalih, seperti agar dicontoh oleh orang lain dan mendorong mereka untuk melakukan kebaikan, serta bersih dari riya dan (tidak untuk) mencari popularitas, maka tidak mengapa dinampakkan (amal shalih tersebut).
 
 
Allah subhaanahu wa taala berfirman yang artinya:
"Jika kalian menampakkan sedekah (kalian), maka itu adalah baik sekali. Dan jika kalian menyembunyikannya dan kalian berikan kepada orang-orang fakir, maka menyembunyikan itu lebih baik bagi kalian” (QS. Al Baqarah ayat 271).
 
 
Ayat tersebut menegaskan bahwa tidak setiap amal yang ditunjukkan adalah riya. Bahkan menampakkan amal jika terdapat maslahat yang kuat adalah hal yang sangat baik, misalnya agar menjadi teladan sehingga dapat memotivasi orang lain melakukan sebuah kebaikan (Tafsir Ibnu Katsir no.1/701 karya Ibnu Katsir).
 
 
Sumber: https://islamqa.info/ar/135634
 
 
Tambahan dari kami:
 
Hukum asal tentang amal yang bukan wajib adalah menyembunyikannya. Namun ada satu keadaan dimana kita perlu menampakkan amal dengan tujuan untuk memotivasi orang lain agar mereka beramal sebagaimana yang kita contohkan. 
 
 
Tentunya juga tidak setiap amal atau nikmat atau sesuatu yang kita dapatkan harus kita tampakkan, baik di sosmed atau di media yang lainnya. Namun jika sesekali saja, semoga tidak menjadi masalah. Misalnya, kita mengatakan "saya sudah puasa syawal 6 hari berturut-turut, sejak 3 hari setelah tanggal 1 Syawal" dan lain sebagainya. 
 
 
Dua orang yang sama-sama menampakkan amal, yang membedakan keduanya adalah niatnya. Jika niatnya untuk memotivasi maka itu baik, namun jika untuk mencari pujian maka itu tergolong riya. Riya adalah menampakkan amalan atau perbuatan dengan tujuan agar dipuji orang lain dan hal ini adalah terlarang sebagaimana dalil dari hadits shahih riwayat Muslim no.1905.
 
 
Oleh karena itu, satu hal yang sangat mendasar sebelum menampakkan amal adalah memastikan bahwa niatnya sudah lurus (memotivasi orang lain). 
 
 
Semoga bermanfaat. 
 
Keterangan:
¹ Muhammad Shalih Al Munajjid adalah salah seorang kelahiran Suriah yang menjadi Ulama di Saudi Arabia. Beliau pernah mengikuti pendidikan S1 Manajemen Industri. Karena kegigihan beliau dalam menuntut ilmu syari akhirnya beliau menjadi seorang Ulama. Beliau saat ini menjadi imam dan khotib di Masjid Jaami Umar bin Abdul Aziz di daerah Khobar, dekat dengan kota Dammam, Saudi Arabia.