Islami Inovatif Kompetitif
 

Banner Situs



Artikel : Berbuat baik tanpa syarat

Kajian Online Pekanan
Spesial Ramadhan
Edisi XXXIV/Tahun ke-II/Mei/2018
Program “Go Islamic” 
FIKES UMMagelang
 
Berbuat baik tanpa syarat
 
Abdullah bin Abbas, seorang sahabat Nabi shallallaahu alaihi wa sallam, pernah berkata yang artinya :
"Nabi shallallaahu alaihi wa sallam adalah orang yang paling dermawan dengan kebaikan, dan lebih dermawan lagi pada bulan Ramadhan. Sungguh, Rasulullah shallallaahu alaihi wa sallam lebih dermawan daripada angin yang berhembus" (HR. Bukhari no.1902, Muslim no.2308. Shahih).
 
Maksudnya adalah beliau shallallaahu alaihi wa sallam banyak memberikan manfaat dan membantu kepada orang lain dengan apa-apa yang dapat beliau shallallaahu alaihi sallam lakukan, baik di bulan Ramadhan dan di bulan-bulan lainnya (Fathul Baari Syarah Shahih Bukhari no.I/68-69 karya Ibnu Hajar Al Asqalani; Lathaif Al Maarif hal. 310-315 karya Ibnu Rajab Al Hambali). 
 
Sifat dermawan dan pemurah beliau shallallaahu alaihi wa sallam tidak terbatas pada harta saja, namun dalam bentuk memberikan ilmu, tenaga, waktu, nasehat, dan kebutuhan lainnya (Lathaif Al Maarif hal. 306 karya Ibnu Rajab Al Hambali).
 
Jika penjelasan di atas dikorelasikan dengan bulan Ramadhan, maka sudah semestinya menjadi atensi kita supaya banyak meluangkan waktu untuk membantu, memberi, dan memudahkan urusan orang lain. Dengan kata lain, apa yang bisa dibantu ya tinggal dibantu, apa yang bisa diberi ya tinggal diberi, dan apa yang bisa dimudahkan ya tinggal dimudahkan. Tentunya selama bukan dalam perbuatan dosa. 
 
Karena membantu urusan orang lain merupakan bukti nyata kepedulian seorang muslim. Orang-orang yang selalu sibuk selama 24 jam sehingga tidak sempat membantu orang lain adalah hampir tidak pernah ada dalam sejarah umat manusia. Yang ada hanyalah mereka yang kurang atau tidak peduli sama sekali dengan kebutuhan orang lain. Jika mereka benar-benar peduli, maka insyaAllah akan selalu ada waktu luang untuk berbuat sesuatu kepada mereka yang sedang membutuhkan uluran tangan. Terlebih lagi di bulan Ramadhan, terlalu banyak peluang untuk berbuat baik yang seharusnya tidak dilewatkan begitu saja.
 
Atribut yang sangat esensial yang suka tidak suka wajib dilekatkan dalam setiap perbuatan adalah berbuat baiklah kepada orang lain tanpa syarat. Karena hal tersebut merupakan aplikasi konkret dari sebuah keikhlasan. 
 
Orang-orang yang ikhlas adalah mereka yang pandai menangkap peluang untuk berbuat baik, namun tetap tanpa mengharap apa-apa dari manusia. Karena mereka benar benar paham, bahwa tempat terbaik untuk berharap hanya Allah subhaanahu wa taala, bukan manusia, sehingga saat selesai berbuat baik, ya sudah. Tidak perlu ngarep-arep terimakasih, amplopan, sanjungan, dan lain sebagainya. Perkara perbuatan baik tersebut nanti akan dibalas atau tidak bukanlah suatu hal yang harus dipikirkan, dirisaukan apalagi sampai dibawa perasaan.
 
Semoga bermanfaat.