Islami Inovatif Kompetitif
 

Banner Situs



Artikel : Marhaban Yaa Ramadhan

Kajian Online Pekanan
Spesial Ramadhan
Edisi XXXIII/Tahun ke-II/Mei/2018
Program “Go Islamic” 
FIKES UMMagelang
 
Marhaban Yaa Ramadhan
 
Mualla bin Al Fadhl, seorang tabiut tabiin, pernah berkata yang artinya: “Dahulu para salaf (pendahulu yang shalih) berdoa kepada Allah subhaanahu wa taala selama enam bulan agar Allah subhaanahu wa taala mempertemukan mereka dengan bulan Ramadhan. Kemudian mereka berdoa kepada-Nya selama enam bulan berikutnya agar Dia menerima amal-amal yang mereka kerjakan” (Lathaif Al Maarif Hal.264 karya Ibnu Rajab Al Hambali).
 
Begitulah realita orang-orang shalih terdahulu. Mereka begitu merindukan bulan Ramadhan hingga rela berdoa selama enam bulan agar dapat dipertemukan kembali. Hal tersebut wajar terjadi karena seorang yang sedang ngangeni sesuatu, akan banyak berharap (doa) agar segera dipertemukan sesuatu tersebut. Apalagi jika sesuatu tersebut dapat menambah ketakwaan, keimanan dan kedekatan dengan Allah subhaanahu wa taala, rasa kangennya tentu akan semakin menjadi-jadi. Ya, hal tersebut normal-normal saja, karena dalam konteks ketaatan.
 
Berkaitan dengan Ramadhan tahun ini, Alhamdulillah kita termasuk orang-orang yang beruntung karena Allah subhaanahu wa taala masih memberikan kesempatan yang kesekian kalinya bertemu kembali dengan bulan yang penuh berkah ini. Kesempatan ini harusnya tidak dilewatkan begitu saja sebagaimana pesan dari Jabir bin Abdillah: "Janganlah engkau jadikan harimu saat tidak berpuasa sama saja dengan hari saat engkau berpuasa" (Al Mushannaf no.8973 karya Ibnu Abi Syaibah).
 
Oleh sebab itu, kita harus berbuat sesuatu yang dapat meningkatkan kualitas diri khususnya yang berkaitan dengan urusan akhirat dan ibadah. Rugi jika keadaan kita sama saja dengan Ramadhan sebelumnya. 
 
Maka, apa-apa dari amal ibadah yang kurang di ramadhan tahun lalu, lengkapilah di ramadhan tahun ini. Apa yang belum dilakukan, lakukanlah. Apa yang sudah dilakukan, pertahankanlah, bahkan ditingkatkanlah. Beribadahlah mulai dari yang paling ringan kemudian bertahap dan bertahap ke level selanjutnya. Yang penting adalah konsisten kemudian ada progres atau kemajuan. 
 
Karena sudah semestinya di Ramadhan tahun ini kita harus lebih shalih dan shalihah, lebih sehat, dan tentunya lebih semangat dalam meraih pahala. Yahya bin Abi Katsir pernah berdoa yang artinya:
“Ya Allah...selamatkanlah aku agar berhasil menjalani Ramadhan dan terimalah amalku" (Hilyatul Auliya Juz 1, hal.420 karya Abu Nuaim Al Ashfahani).
 
Semoga Allah subhaanahu wa taala senantiasa memudahkan dan menerima amal ibadah kita di bulan Ramadhan, Aamiin.
 
Marhaban Yaa Ramadhan...