Islami Inovatif Kompetitif
 

Banner Situs



Artikel : Penghuni surga cilik

Kajian Online Pekanan
Pekan ke-2: Seri Anak dan Keluarga
Edisi XXIII/Tahun ke-II/Maret/2018
Program “Go Islamic” 
FIKES UMMagelang
 
Penghuni surga cilik
 
Di antara bentuk kasih sayang Allah subhaanahu wa taala kepada anak-anak muslim yang meninggal dunia sebelum baligh adalah mereka akan dimasukkan ke surga bersama orang tuanya. Mereka kelak dikenal sebagai penghuni surga cilik yang akan memegang ujung baju orang tua nya, tidak akan melepaskannya hingga Allah subhaanahu wa taala memasukkan mereka bersama-sama ke surga (HR. Muslim no.2635. Shahih; Syarah Shahih Muslim 16/207 karya An Nawawi).
 
Dalam sebuah hadits shahih disampaikan bahwa para penghuni surga cilik tersebut akan diasuh langsung oleh Nabi Ibrahim alaihisallam (Shahih Al Jami no.3/155 karya Al Albani).
 
Begitu juga, janin dalam kandungan yang telah berumur lebih dari empat bulan yang meninggal dunia karena keguguran, ia juga memiliki keutamaan di antaranya dapat memberikan syafaat kepada orang tuanya, penghalang api neraka bagi orang tuanya dan sekaligus akan membawa orang tua nya masuk ke surga (HR. Ibnu Majah no.1690. Shahih dalam Ahkaamul Janaaiz karya Al Albani; Fatwa Shalih Al Munajjid dalam website pribadinya; Al Majmu Syarah Al Muhadzdzab 5/287 karya An Nawawi).
 
Oleh karena itu, orang tua yang memiliki anak yang kemudian meninggal dunia, baik ketika ia masih dalam kandungan atau sebelum baligh, tidak menjadi masalah jika merasa sedih dan kehilangan. Karena hal tersebut adalah respon yang wajar dan manusiawi. Bahkan Nabi Muhammad shallallaahu alaihi wa sallam pun sedih dan menangis ketika putra nya yang bernama Ibrahim* meninggal dunia ketika berumur 16 atau 17 bulan karena sakit (HR. Bukhari no.1303. Shahih; Syarah Shahih Muslim, 15/76 karya An Nawawi). 
 
Hanya saja bagi orang tua muslim, terus menerus konstan berada dalam kesedihan adalah respon yang kurang menguntungkan karena dapat melalaikan dari menumbuhkan harapan, bahwa kelak akan ada reward (pahala) besar menanti di balik setiap musibah yang telah terjadi. 
 
Semoga bermanfaat.
 
Catatan tambahan:
*Ibrahim meninggal sebelum masa menyusuinya habis sehingga atas karunia Allah subhaanahu wa taala, telah disiapkan dua ibu yang diberi amanah untuk menyempurnakan proses persusuannya di surga (HR. Muslim no.2316. Shahih).