Islami Inovatif Kompetitif
 

Banner Situs



Artikel : Once and the last time

Kajian Online Pekanan
(Pekan ke-1: Seri Aqidah) 
Edisi XIV/Tahun ke-II/Januari/2018
Program “Go Islamic” 
FIKES UMMagelang
 
Once and the last time
 
Beragama Islam merupakan salah satu nikmat dan keberuntungan tersendiri bagi seorang muslim (HR. Muslim no. 1054. Shahih). Karena Islam adalah agama yang sangat komprehensif (lengkap) dan sistematis dalam mengatur kehidupan manusia (QS. Al Maidah ayat 3; Silsilah Al Ahadits Ash Shahihah no. 1803). Bahkan Allah subhaanahu wa taala menegaskan bahwa Islam merupakan satu-satunya agama yang diterima di sisiNya (QS. Ali Imran ayat 19). 
 
Secara teori, Islam didefinisikan sebagai berserah diri kepada Allah dengan mentauhidkan-Nya, tunduk dan mematuhiNya dengan melakukan ketaatan, dan berlepas diri dari perbuatan syirik dan para pelakunya (Syarah Tsalatsatul Ushul karya Ibnu Utsaimin). Jadi, Islam mengintegrasikan amalan hati, lisan, dan anggota badan.
 
Seorang muslim yang baik serta benar keIslamannya, maka -Insya Allah- akan mendapatkan beberapa keutamaan berikut ini, terhindar dari siksa neraka namun syarat dan ketentuan berlaku yaitu mematuhi aturan Allah dan RasulNya (HR. Bukhari no.1356. Shahih), akan terjaga kehormatannya (HR. Bukhari no.67. Shahih), akan terjaga nasab atau keturunannya (QS. Al Isra ayat 32), Allah akan memberinya pahala yang melimpah hanya karena mengamalkan amalan yang sedikit (HR. Bukhari no.2808. Shahih), dan akan mendapatkan kesuksesan dan kemuliaan hidup (HR. Al Hakim no.I/62. Shahih).
 
Terdapat keutamaan yang lainnya namun spesifik kepada orang yang baru saja masuk Islam atau Muallaf, di antaranya, Allah akan menghapuskan semua dosa semasa menjadi non-muslim (QS. Al Anfal ayat 38; HR. Muslim no.122. Shahih), Allah akan melipat gandakan pahala kebaikan yang telah dilakukan semasa masih menjadi non-muslim (HR. Bukhari no.1436. Shahih; HR. Muslim no.123. Shahih), dan masuknya Islam seorang non-muslim merupakan tanda akan sayangnya Allah kepada orang tersebut (Silsilah Al Ahadits Ash Shahihah no.51).
 
Dari beberapa keutamaan di atas, terdapat pelajaran berharga akan pentingnya istiqomah memegang ajaran Islam. Jangan sampai hanya karena masalah duniawi (misalnya, financial problems) menukar Islam dengan keyakinan lain yang jelas tidak akan diridhai oleh Allah subhaanahu wa taala. Karena sudah terlalu banyak kasus "move on keyakinan" hanya berawal masalah tersebut.
 
Tidak lupa, kita berusaha untuk terus improving keIslaman kita dengan mulai membiasakan mengamalkan suatu amalan yang tadinya belum sempat dibiasakan. Karena hal tersebut -Insha Allah- akan semakin mengokohkan iman sehingga tidak mudah "digoda" terhadap hal-hal yang dapat menggoyah keyakinan. 
 
Akhirnya, kita senantiasa berharap agar Islam terus menjadi agama yang pertama dan yang terakhir kalinya hingga kita dipertemukan dengan Allah subhaanahu wa taala di Akhirat kelak, dan semoga Allah subhaanahu wa taala memberikan hidayah Islam kepada mereka yang belum memilikinya, Aamiin.