Islami Inovatif Kompetitif
 

Banner Situs



Artikel : Nama kunyah

Kajian Online Pekanan
(Pekan ke-2: Seri Anak dan Keluarga) 
Edisi L/September/2017
Program “Go Islamic” 
FIKES UMMagelang
 
Nama kunyah
 
Abu Muhammad, Ummu Muhammad, Abu Abdillah, Ummu Abdillah, dan lain sebagainya. Itulah yang dikenal dengan nama kunyah. Nama kunyah adalah nama yang diawali dengan Abu atau Ibnu, Ummu atau bintu dan nama tersebut merupakan bukti sebuah penghormatan dan kemuliaan (Syarh Ibnu Aqil ala Alfiyah Ibni Malik 1/115; Mauqif Ahli Sunnah 2/584 karya Dr. Ibrahim ar-Ruhaili). 
 
Dalil terkait syariat nama kunyah ini ada di banyak hadits shahih misalnya di HR. Bukhari no.6203 dan Muslim no.2150. Shahih; Silsilah Ahadits Ash Shahihah no. 132 dan 44; HR. Abu Dawud, dishahihkan Al Albani dalam Al Irwaul Ghalil no.2615.
 
Hukum memiliki nama kunyah adalah dianjurkan (Al Majmu Syarh Al Muhadzdzab karya An Nawawi).
 
Nama kunyah dapat digunakan dalam beberapa keadaan, di antaranya:
 
Pertama
Seorang ayah atau ibu yang telah memiliki anak, bisa berkunyah dengan nama anaknya dan spesifik pada anak pertama entah dia laki-laki atau perempuan (HR. An Nasai, dishahihkan Al Albani dalam Al Irwaul Ghalil no.2615).
 
Katakanlah si anak pertama namanya Aqilla (pintar). Maka ayahnya bisa berkunyah dengan Abu Aqilla, sementara ibunya Ummu Aqilla. Jika anaknya bernama Zaskia (suci/murni), maka ayahnya berkunyah Abu Zaskia, ibunya Ummu Zaskia. Makna Abu disini adalah ayahnya siapa...dan Ummu adalah ibunya siapa...
 
Nama kunyah ini akan lebih luwes dan looks good (menarik) jika disandingkan dengan nama anak yang berbasis bahasa Arab. Berbeda jika disandingkan dengan nama Jawa atau English. Namun secara umum tidak masalah dan diluwes-luwesin saja.
 
Dalam sebagian budaya Jawa sebenarnya ada sejenis panggilan yang mirip nama kunyah misalnya "bapakne Adi" artinya si bapak punya anak namanya Adi atau "Ibune Adi". Sebenarnya istilah tersebut bermakna sama dengan istilah Abu Ummu tadi, hanya saja yang membedakan Abu Ummu itu ada nilai ibadah karena memiliki dalil yang shahih dan berpahala jika diamalkan. Sementara penggunaan nama "bapakne" dan "ibune" sebaliknya. Meskipun secara hukum islam ya tidak apa-apa. Nama kunyah versi Jawa.
 
Kedua
Nama kunyah boleh diberikan kepada anak kecil sebagaimana Nabi memberikan kunyah kepada anak kecil dengan nama Abu Umair (Shahih Al Jami Ash-Shaghir no.7830). Nama kunyah yang melekat pada anak kecil merupakan bentuk harapan dan optimisme. Misalnya kita memberikan nama kunyah kepada anak dengan Abu Abdillah atau yang lainnya. 
 
Bahkan Nabi pernah memanggil anak kecil perempuan dengan nama Ummu Kholid. Beliau mengatakan "Wahai Ummu Kholid, cantiknya bajunya" (HR. Bukhari no.5993. Shahih). Hadits tersebut selain mengajarkan memanggil anak dengan nama kunyah, juga mengajarkan untuk menghormati anak kecil dengan memuji aktifitas/hal yang dimilikinya entah baju, mainan, hasil karya, dan lain sebagainya karena menyenangkan anak kecil termasuk bagian dari ibadah yang mendatangkan pahala, Insya Allah.
 
Ketiga
Nama kunyah juga bisa digunakan kepada mereka yang belum memiliki anak, baik yang belum menikah atau sudah (HR. Bukhari no.6129, Muslim no.2150. Shahih). Misalnya, Ibnu Taimiyyah memiliki kunyah Abul Abbas dan Imam an Nawawi dengan kunyah Abu Zakaria, padahal beliau berdua tidak memiliki anak bahkan tidak sempat menikah selama hidupnya.
 
Beberapa hal lain seputar nama kunyah di antaranya larangan memakai kunyah Abul Qasim karena hanya Nabi yang boleh memakainya (HR. Bukhari no.3539. Shahih; Zadul Maad 2/347 karya Ibnul Qayyim), larangan menggunakan kunyah dengan salah satu nama Allah misalnya Abul Hakam dan lain sebagainya (Shahih Sunan Abu Dawud Juz 3 no. 4145).
 
Jika kita memiliki nama kunyah, haruskah diumumkan atau dijadikan identitas di akun sosial media? Kami rasa tidak perlu sebegitunya. Cukup dimiliki saja. Jika ada yang tanya, siapa nama kunyahmu? jawab saja sesuai yang telah dimiliki tadi.
 
Kesimpulannya, disunnahkan memiliki nama kunyah sebagaimana penjelasan di atas. Penggunaan nama tersebut adalah murni ajaran Nabi dalam bab Parenting, jadi bukan nama yang menandakan ciri teroris dan bukan juga menunjukkan bahwa orang tersebut sudah pakar dalam Islam sebagaimana banyak akun di Facebook dengan nama Abu-Abu atau Ummu-Ummu namun status dan komentarnya belum merepresentasikan bahwa mereka sudah memahami islam dengan baik dan benar.