Islami Inovatif Kompetitif
 

Banner Situs



Artikel : Suami yang baik

Kajian Online Pekanan
(Pekan ke-2: Seri Anak & Keluarga) 
Edisi XLV/Agustus/2017
Program “Go Islamic” 
FIKES UMMagelang
 
Suami yang baik
 
Hadirnya sosok suami yang baik merupakan dambaan bagi setiap isteri karena hal tersebut akan menambah warna kebahagiaan dalam sebuah rumah tangga. Terlalu banyak definisi operasional dari istilah "suami yang baik", namun terdapat salah satu  definisi yang sangat menarik dari Imam al Ghazali tentang seperti apakah suami yang baik. Berikut penjelasan beliau:
 
"Ketahuilah, bukanlah akhlak yang baik terhadap isteri dengan hanya menahan diri untuk tidak menyakitinya. Akan tetapi akhlak yang mulia terhadap isteri adalah dengan bersabar terhadap gangguan, bijak terhadap ketidakstabilan dan kemarahan isteri,  dengan meneladani Nabi shallallahu alaihi wa sallam. Sungguh isteri-isteri beliau pernah membantah perkataan beliau. Bahkan salah satu isteri beliau pernah marah dan tidak mau berbicara kepada beliau selama 1 malam" (al Ihya Ulumuddin 4/720). 
 
Jadi menurut beliau, suami yang baik memiliki beberapa ciri di antaranya:
 
PERTAMA
Suami yang baik adalah yang mampu ngalah sama isteri dan tentunya dalam hal-hal tergolong boleh dan di halalkan oleh syariat. Bukan dalam artian ketika apa yang akan dilakukan isteri adalah hal yang terlarang maka suami mengatakan "ya udah, ndak apa-apa. Silahkan dilakukan". 
 
Suami yang baik akan tegas terhadap hukum-hukum Allah, ia akan katakan halal jika memang halal dan ia akan katakan haram jika memang haram. Ia tidak akan plin-plan terkait hal tersebut. Namun yang jelas, hal tersebut akan ia sampaikan ke isteri dengan cara yang paling baik. Santun, tanpa emosi, sambil mentraktir isteri makanan kesukaannya dan lain sebagainya.
 
KEDUA
Suami yang baik, ia kurang suka mencari keributan dengan isteri dalam hal-hal yang tergolong ringan dan masih ada celah untuk toleransi, misalnya masalah makanan, rumah, kendaraan, rekreasi dan lain sebagainya. Hal itu ia lakukan bukan dalam artian mencari aman atau takut kepada isteri. Bukan. Namun ia berfikir bahwa tidak ada manfaatnya ribut dalam hal-hal yang telah disebutkan. Jika suatu hal dapat diselesaikan dengan cara yang baik-baik, kenapa harus memilih dengan cara yang kurang baik (ribut). Itulah salah satu prinsip hidup dari suami yang baik.
 
KETIGA
Suami yang baik, ia akan senantiasa menjaga tangan dan lisannya untuk tidak menyakiti isterinya. Karena sejatinya, kemampuan terpenting seorang laki-laki adalah ketika ia mampu menahan diri untuk tidak menyakiti wanita, baik secara fisik atau psikis, baik ia isterinya atau wanita pada umumnya.
 
KEEMPAT
Suami yang baik, ia tidak akan menangnya sendiri ketika di rumah. Ia juga tidak akan menganggap dirinya seperti raja sehingga apa-apa harus diiyakan, dituruti dan dilayani. Tidak seperti itu. Dalam keadaan tertentu ia harus berusaha melakukannya secara mandiri dan tidak selalu harus dilayani isterinya.
 
KELIMA
Suami yang baik akan selalu berusaha memantaskan diri untuk menjadi suami yang memang layak untuk dihormati dan dihargai oleh isteri. Caranya? 
 
Pertama, Ia akan membangun mindset bahwa isterinya adalah seorang yang sangat spesial dalam hidupnya, yang telah Allah berikan untuknya, sehingga konsekuensinya ia harus disayangi dan dicintai semaksimal mungkin. Kedua, ketika mindset tersebut telah terbangun dan terjaga dengan baik maka akan membuatnya melakukan hal-hal yang membahagiakan orang yang ia cintai. Tentunya ia akan mewujudkannya dengan cara-cara yang Allah ridhai. Misalnya, ia akan mendahulukan apa yang menjadi kewajiban suami terhadap isterinya. 
 
Karena ketika hal tersebut tidak termindset dengan baik, maka suami akan sulit atau bahkan malas melakukan apa-apa yang menjadi kewajibannya, misalnya, malas mencari nafkah, malas membantu pekerjaan isteri di rumah, mudah marah sama isteri, mau menangnya sendiri dan efek negatif lainnya.
 
Dan sekarang, bagaimana dengan kita sebagai seorang suami? sudahkah menjadi suami yang baik bagi isteri kita?...