Islami Inovatif Kompetitif
 

Banner Situs



Artikel : Become a super parent

Kajian Online Pekanan

(Pekan ke-2: Seri anak & keluarga)

Edisi XXIII/Maret/2017

Program “Go Islamic”

FIKES UMMagelang

 

Become a super parent

 

Nabi bersabda:

"Orang yang penyayang akan disayang oleh Allah..." (HR. Abu Dawud. Shahih al Jami no.3522).

Dalam hadist yang lain:

"Sayangilah makhluk yang ada di bumi, niscaya yang ada di langit akan menyayangimu" (HR. Thabrani. Shahih al Jami no.896).

 

Dua hadits di atas menjelaskan akan pentingnya memiliki rasa kasih sayang kepada semua makhluk Allah, termasuk anak-anak. Karena menyayangi anak kecil, memeluknya, menciumnya dan berlemah lembut kepadanya termasuk amalan yang diridhoi Allah dan mendatangkan pahala (Syarah Shahih Al-Bukhari karya Ibnu Batthool, 9/211-212).

 

Di antara bentuk kasih sayang kepada anak yang ada di dalam hadits-hadits yang shahih adalah: menciumnya, diperbolehkan menangis ketika anak mengalami musibah, memanggilnya dengan panggilan yang baik, mendoakan kebaikan, tidak mudah marah kepada anak, mengajarkan tauhid (misalnya, jika sedang ada hajat, mintalah kepada Allah untuk pertama kalinya sebelum ke orang lain) dan memerintahkan sholat di umur 7 tahun.

 

Di lain sisi, islam juga melarang berbuat kasar kepada anak seperti memukul/menampar khususnya area wajah/kepala (HR. Bukhari no. 2559, Muslim no.2612. Shahih). Karena di kepala/wajah terdapat organ sensitif tubuh yang seringkali menimbulkan trauma/bekas/gangguan fungsi ketika mendapatkan pukulan (Syarah Shahih Muslim 16/165). Begitu juga tidak diperbolehkan memukul di area tubuh yang lain.

 

Sedangkan dari sisi kesehatan, memukul anak tergolong dalam "corporal punishment"/CP yaitu bentuk hukuman fisik yang menyebabkan sakit namun tidak sampai cedera yang diterapkan dalam rangka mengendalikan perilaku anak. Sayangnya, salah satu jenis CP memiliki dampak yang sangat tidak baik yaitu spanking (menampar) dapat menurunkan kemampuan kognitif anak (Maguire-Jack, et al 2012), menimbulkan hubungan yang negatif dengan orang tua (Gershoff, 2013), memicu anak menjadi antisosial (Durant and Ensom, 2012). Inilah sebagian alasan ilmiah dari sisi kesehatan kenapa islam sangat melarang berbuat kasar kepada anak.

 

Sebenarnya masih sangat mungkin bagi orang tua untuk mendidik anak tanpa kekerasan dan tentunya itu sebuah tantangan. Karena mendidik adalah sebuah proses dimana kita berusaha berjuang untuk mengalahkan emosi pribadi. Sehingga bisa dikatakan bahwa, orang tua yang baik akan memberikan sikap dan perasaan terbaiknya untuk anak-anak mereka.

 

Tentunya, kesalahan anak tidak bisa dijadikan alasan untuk memberikan "corporal punishment" karena anak punya hak untuk mendapatkan rasa aman sekalipun dalam keadaan salah. Teguran verbal yang halus jauh akan lebih efektif. Sebagaimana umum diketahui, bahwa anak adalah sosok yang tidak berdaya apalagi untuk melawan orang tuanya. Oleh sebab itu, ketika anak dikerasi (misalnya dengan dicubit, dipukul, ditampar), fisik anak hanya bisa acceptance sementara di dalam psikisnya sebenarnya terdapat sebuah denial. Karena tidak ada makhluk Allah yang mau menerima segala bentuk kekerasan, baik pada fisik atau psikisnya, baik dia anak-anak atau orang dewasa, baik dia seorang muslim atau bukan.

 

Maka menanamkan prinsip hidup: 

"Masa gitu aja marah sama anak? selemah itukah iman kita?" atau

"Sabar, namanya juga anak-anak",  adalah di antara solusi untuk meredam emosi. Bahkan, Nabi juga menasehatkan untuk banyak memaklumi keterbatasan anak-anak yang masih sering berbuat sia-sia (HR. Bukhari no.5190. Shahih).

 

Kami optimis berharap, para orang tua dapat memahami pentingnya berkasih sayang dimana kelak di kemudian hari negeri ini bebas dari kasus-kasus kekerasan pada anak yang akhirnya, kita sudah tidak lagi membutuhkan lembaga-lembaga perlindungan anak. Karena anak-anak sudah cukup mendapatkan proteksi yang sempurna dari orang tua mereka sendiri. 

 

Semoga Allah subhaanahu wa taala senantiasa melindungi anak-anak kita dari gangguan, baik yang datang dari orang tua mereka atau orang-orang di sekitarnya. 

 

"Super-parents who truly love their children, undoubtedly, they will be loved by Allah"