Islami Inovatif Kompetitif
 

Banner Situs



Artikel : Insya Allah atau Inshaa Allah?

Kajian Online Mingguan
(Minggu ke-5: ekstra materi)
Edisi XIII/Desember/2016
Program “Go Islamic”
FIKES UMMagelang
 
Insya Allah atau Inshaa Allah?
 
Kalimat Insya Allah bermakna jika Allah menghendaki. Penggunaan kalimat ini terbagi menjadi dua kondisi:
 
Pertama.
Saat memastikan ingin melakukan sesuatu -> diperintahkan untuk menggunakan Insya Allah. Dalil QS. Al Kahfi ayat 23-24.
 
Kedua.
Saat sebatas mengungkapkan isi hati tanpa niat memastikan akan melakukan -> boleh tidak menggunakan Insya Allah. Dalil HR. Muslim no.2405. Shahih. Dalam hadits tersebut Nabi akan memberikan bendera kepada para sahabat yang ingin ke perang khaibar. Namun beliau tidak mengucapkan Insya Allah.
 
(Sumber: Fawa"id ala Riyadhus Shalihin bi Ta"liqat asy-Syaikhain. Hal 82-83)
 
Contoh,
Si X mengatakan: "saya akan studi lanjut level PhD di tahun 2017". Jika si X berniat memastikan maka dia perlu menambahkan "Insya Allah". Namun jika hanya sebatas curhat maka tidak masalah jika tanpa "Insya Allah".
 
Alasannya karena masa depan bukan milik kita, namun milik Allah. Segala sesuatu yang pasti kita kehendaki belum tentu pasti dikehendaki juga oleh Allah sehingga penggunaan Insya Allah adalah salah satu bentuk harapan ketika kita memastikan akan melakukan sesuatu di masa depan. 
 
Di lain sisi, setiap manusia -pada dasarnya- belum memiliki masa depan kecuali apa yang telah dikehendaki Allah dalam takdir-Nya. Terkadang masa depan manusia sangat baik namun terkadang juga sebaliknya. Namun, apapun konteks masa depan nantinya, terlepas baik/buruk, setiap manusia memiliki kewajiban untuk menerima sebagai konsekuensi iman kepada takdir.
 
Adapun cara penulisan kalimat Insya Allah adalah kembali kepada tata cara penulisan bahasa di setiap Negara. Karena pada dasarnya kalimat "Insyaa Allah" berasal dari bahasa arab  sehingga ketika akan ditulis oleh seorang muslim yang berasal dari berbagai negara maka membutuhkan transliterasi/pengalihan huruf dari satu jenis ke jenis yang lain agar maknanya jelas. Pengalihan tersebut tentunya akan mengikuti aturan penulisan bahasa dimana si muslim tadi tinggal. Karena setiap bahasa memiliki aturan tersendiri.
 
Jadi tulisan Insya Allah/Inshaa Allah semuanya benar & dapat digunakan. Tergantung kita mau menggunakan versi bahasa mana. Yang penting cara pengucapannya benar sesuai kalimat aslinya dalam bahasa arab yaitu Insyaa Allah bukan Insaa Allah.
 
Semoga bermanfaat.