Islami Inovatif Kompetitif
 

Banner Situs



Artikel : Menjadikan doa sebagai sebuah solusi

Kajian Online Pekanan

(Pekan ke-4: Seri Adab & Tazkiyatun Nufus)

Edisi VIII/November/2016

Program “Go Islamic”

FIKES UMMagelang

 

Menjadikan doa sebagai sebuah solusi

 

Setiap manusia tentunya memiliki keinginan untuk urusan kebaikan dunia dan akhiratnya. Selain berusaha merealisasikannya dengan ikhtiar lahiriah yang maksimal, juga dibutuhkan doa. Doa merupakan bukti bahwa sejatinya manusia adalah makhluk yang sangat membutuhkan Allah untuk membantu menyelesaikan masalah ketika semua usaha telah ditempuh namun belum membuahkan hasil.

 

Maka dari itu, untuk menjadikan doa agar semakin memiliki peluang besar dikabulkan yang secara mekanis akan berdampak pada terpenuhinya hajat kita, maka perlu dilakukan beberapa hal:

 

Pertama.

Ikhlas & mengikuti petunjuk Nabi saat berdoa. Dalil QS. Al Mukmin/Ghafir ayat 14 & HR.Muslim no.1718. Shahih.

 

Kedua.

Mengawali doa dengan pujian kepada Allah & shalawat atas Nabi. Dalil HR.Tirmidzi no.3476. Shahih.

 

Ketiga.

Rutin berdoa, sungguh-sungguh & yakin doanya akan dikabulkan. Dalil HR.Tirmidzi no.3479, HR.Muslim no.783 & HR.Bukhari no.6338. Semuanya shahih.

 

Keempat.

Sabar & tidak terburu-buru untuk minta dikabulkan. Sehingga tidak boleh mengatakan “Aku telah berdo’a namun tidak dikabulkan”. Dalil HR.Bukhari & Muslim. Shahih

 

Kelima.  

Saat berdoa hatinya konsentrasi / fokus sehingga pikirannya tidak kemana-mana. Dalil HR.Tirmidzi & dishahihkan dalam Silsilah Hadits Shahihah no.364.

 

Keenam.

Berdoa pada waktu mustajab. Misalkan, saat sujud, saat adzan berkumandang, antara adzan & iqamah, orang yang berpuasa hingga berbuka, sepertiga malam terakhir, akhir sholat wajib sebelum salam, setelah asar pada hari jumat spesifik mendekati waktu maghrib, ketika kehujanan, hari rabo antara dzuhur dengan asar, hari Arafah/9 Dzulhijjah, ketika minum air zam-zam, saat safar, saat memejamkan mata mayat, saat mendengar ayam jago berkokok malam hari & ketika terbangun di malam hari. Semua dalilnya shahih.

 

Ketujuh.

Menghindari mengkonsumsi sesuatu yang bersumber dari yang haram. Baik makanan, minuman, pakaian, kendaraan & lain sebagainya. Karena dapat menghambat terkabulnya doa. Dalil HR.Muslim no.1015. Shahih.

 

Kedelapan.

Konten doa tidak mengandung dosa & pemutusan silaturahmi. Dalil HR.Tirmidzi no.3381. Hasan.

 

Kesembilan.

Sering bertaubat & istighfar. Karena dua hal tadi akan mendatangkan kecintaan Allah sehingga ketika Allah mencintai hambaNya, maka doa-doa mereka akan dikabulkan. Dalil HR.Bukhari. Shahih.

 

Selain sebagai sarana untuk memohon pertolongan, doa dapat juga dijadikan sarana curhat. Syaikh DR. Shalih As Sulthon (Dosen di Universitas Al Qashim, Saudi Arabia) mengatakan: "orang yang benar-benar mengenal Allah maka ia akan selalu mengadukan dirinya hanya kepada Allah". Sehingga sejatinya, seorang muslim sudah tidak lagi membutuhkan sosial media untuk berkeluh kesah di dalamnya.